“Garuda Buka Rute Penerbangan Baru”

Rabu, 15 Mei 2013

“Garuda Buka Rute Penerbangan Baru”


Garuda Buka Rute Penerbangan Baru

Posted: 15 May 2013 04:25 AM PDT

Good Week for ...

PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), emiten rokok, mencatatkan pertumbuhan margin usaha pada kuartal I 2013 sebesar 2,77% menjadi 14,45%. Kinerja Wismilak lebih bagus dibandingkan emiten rokok lainnya, mengalami penurunan, yaitu PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun 1,35%, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terkoreksi 2,99%, dan PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) turun 10,30%.

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) atau Telkom, emiten telekomunikasi, mencatatkan kenaikan laba bersih 4,67% pada kuartal I 2013. Dibandingkan dengan dua emiten telekomunikasi lain, PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Indosat Tbk (ISAT), kenaikan laba bersih Telkom merupakan yang tertinggi, sebab pada periode sama tahun lalu, XL mencatatkan penurunan laba bersih sedangkan Telkom dan Indosat mencatatkan rugi bersih.  

PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), emiten properti, menargetkan pendapatan dan laba tahun ini naik 15% menjadi Rp 1,02 triliun dan laba bersih menjadi Rp 417,45  miliar.  Perseroan mengandalkan pendapatan berulang (recurring income) sebagai penopang pendapatan tahun ini. Kontribusi sewa mal dan gedung perkantoran diproyeksikan sebesar 90% tahun ini.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan mendanai proyek pelabuhan industri terintegrasi,  yaitu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, dari lima sumber pendanaan. Manajemen pereroan menyatakan, pembiayaan proyek JIIPE tahap I senilai Rp 7 triliun-Rp 8 triliun akan dibiayai melalui dana obligasi senilai Rp 1,5 triliun yang diterbitkan pada Desember 2012. Selain itu, dana untuk proyek itu berasal dari dana internal pereroan, dana internal PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, penjualan  lahan di kawasan industri, dan pinjaman dari sindikasi perbankan.

PT PLN (Persero) mencatatkan pendapatan dari penjualan listrik sebesar Rp 46 triliun pada periode Januari-April 2013, naik 13% dibanding periode sama 2012 sebesar Rp 40,7 triliun. Kenaikan pendapatan didorong pertumbuhan penjualan listrik sebesar 6,97% menjadi 59,8 terawatthour.

PT Tugu Reasuransi Indonesia membukukan kenaikan laba bersih sebesar 43,78% menjadi Rp 26,21 miliar pada kuartal I 2013, dibanding kuartal I 2012 sebesar Rp 18,23  miliar. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan premi dan hasil investasi.

Bad Week for ...

Laba bersih PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), emiten batubara anak usaha Banpu Plc Thailand, turun 42,24% sepanjang kuartal I 2013 menjadi US$ 71,89 juta dibandingkan  periode sama tahun lalu US$ 124,49 juta. Penurunan laba bersih didorong berkurangnya penjualan bersih 2,64% menjadi US$ 562,67 juta dibandingkan periode sama 2012 sebesar US$ 577,95 juta. Penurunan laba juga disebabkan kenaikan harga pokok penjualan menjadi US$ 434,25 juta dari kuartal I 2012 sebesar US$ 368,74 juta.

Pangsa pasar PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), emiten produsen semen, pada kuartal I 2013 turun menjadi 30,6% dari 32,5% pada kuartal I 2012. Direksi perseroan menyatakan, penurunan tersebut sejalan dengan perlambatan pertumbuhan volume penjualan dan ketatnya persaingab, terutama terkait peningkatan kapasitas yang dilakukan kompetitor.

PT Astra International Tbk (ASII), mencatatkan penurunan pangsa pasar penjualan mobil secara grup sepanjang April 2013 sebesar 1% menjadi 57% dari 58% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan itu antara lain disebabkan oleh agresivitas produksi dan penjualan sejumlah pelaku industri otomotif lain. Sepanjang April 2013, Astra membukukan penjualan mobil sebanyak 58.059 unit, tumbuh 14,2% dibanding April tahun lalu. Kenaikan penjualan Astra antara lain ditopang penjualan mobil PT Toyota Astra Motor sebesar 68% ata 39.370 unit.

Profitabilitas dua emiten yang bergerak di sektor distribusi dan transmisi gas, yaitu PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) dan PT Rukun Raharja TBk (RAJA), turun pada kuartal I 2013. Perusahaan Gas mencatat penurunan margin kotor, margin usaha, dan margin bersih lebih dari 1.000 basis poin. Sementara margin kotor, margin usaha, dan margin bersih Rukun Raharja turun lebih rendah.

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), emiten properti, membukukan laba bersih 10,1% menjadi Rp 200,3 miliar pada kuartal I 2013 dari periode sama tahun lalu Rp 222,7 miliar.  Penurunan laba bersih perseroan  karena penurunan pencatatan penjualan lahan industri dan peningkatan beban bunga konsolidasi perseroan yang berhubungan dengan pengeluaran obligasi perseroan pada Oktober 2012. Penjualan lahan industri seluas 28,8 hektare pada kuartal  I 2013 dengan harga rata-rata penjualan sebesar US$ 103,5 per m2 sehingga total menjadi Rp 289,7 miliar dibandingkan nilai penjualan lahan industri pada kuartal  I 2012 yang tercatat sebesar Rp 335,9 miliar.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 13.21  

0 komentar:

Poskan Komentar