“Garuda Akan Buka Rute Penang-Medan-Jeddah”

Senin, 03 Juni 2013

“Garuda Akan Buka Rute Penang-Medan-Jeddah”


Garuda Akan Buka Rute Penang-Medan-Jeddah

Posted: 03 Jun 2013 02:41 AM PDT

Good Week for ...

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), emiten kawasan industri, menargetkan kenaikan laba bersih sebesar 70% menjadi Rp 800 miliar tahun ini naik dari tahun lalu Rp 470 miliar dengan estimasi pendapatan usaha Rp 1,2 triliun naik dari tahun lalu Rp 965 miliar. Untuk mencapai target pertumbuhan itu, perseroan akan mendorong penjualan lahan industri dengan menambah land bank.

Rasio utang kena bunga PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berpotensi turun 0,3 kali menjadi 0,99 kali pasca-pelunasan utang kepada Credit Suisse sebesar US$ 200 juta. Penurunan rasio utang merupakan sinyal positif bagi kinerja keuangan perusahaan. Penurunan tingkat utang secara otomatis mengurangi beban keuangan perusahaan, sehingga profitabilitas akan meningkat.

Valuasi saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) dan PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), dua emiten logam, dinilai atraktif karena tingkat imbal hasil atas ekuitas (return on equity/ROE) yang diberikan hingga kuartal I 2013 lebih tinggi dari rata-rata emiten sejenis. Selain itu, price to earnings ratio (PER) kedua saham itu relatif rendah. PER Central Omega tercatat 7,4 kali dan memberikan imbal hasil tinggi yang ditunjukkan lewat peningkatan ROE perusahaan dari 25% menjadi 33%. Cita Mineral juga memberikan tingkat imbal hasil naik menjadi 49% dengan PER 1,9 kali.

PT Pan Brothers Tbk (PBRX), emiten garmen, tahun ini mengalokasikan dana belanja modal sebear US$ 30 juta-US$ 35 juta untuk membangun empat pabrik garmen baru di Jawa. Pembangunan pabrik tersebut untuk mendukung target pertumbuhan penjualan 2014. Melalui penambahan lini produksi, kapasitas produksi perseroan akan meningkat jadi 57 juta potong per tahun dari kapasitas saat ini 42 juta potong per tahun.  

PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), emiten menara telekomunikasi, menargetkan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 21% menjadi Rp 500 miliar hingga akhir 2013 dibandingkan realisasi 2012. Untuk mencapai target tersebut perseroan akan memangun 150 menara baru.

PT BCA Finance, multifinance anak usaha PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), membukukan kenaikan laba bersih hingga April 2013 sebesar 18,09% menjadi Rp 287,45 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 243,41 miliar. Menurut direksi, peningkatan laba bersih  ditopang oleh tumbuhnya penyaluran pembiayaan.

Bad Week for ...

Regulasi importasi handset dari Kementerian  Perdagangan diestimasi masih menekan kinerja emiten ritel dan distribusi handset PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) pada kuartal II 2013. Perseroan mengestimasi penjualan handset pada kuartal II masih lebih baik dari kuartal I 2013.

PT Indosat Tbk (ISAT), emiten telekomunikasi, berencana untuk menunggu sidang lanjutan pasca-pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, atas kasus anak usaha, PT Indosat Mega Media (IM2), pekan lalu. Indosat tidak keberatan atas tuntutan JPU asal dapat dibuktikan.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), emiten telekomunikasi, tidak muncul dalam dokumen peserta tender lisensi virtual network sharing (MVNO) di Arab Saudi. Padahal perseroan menargetkan Arab Saudi sebagai salah satu dari 10 negara tujuan ekspansi Telkom ke pasar luar negeri tahun ini.

PT Pertamina (Persero) memperkirakan masih mengalami kerugian dari penyaluran bahan bakar minyak (BBM)_ bersubsidi tahun ini kendati margin distribusi (alpha) BBM pada APBN Perubahan 2013 disepakati naik sebesar Rp 50 liter menjadi Rp 682,64 per liter dibanding saat ini Rp 642,64 per liter. Estimasi kerugian Pertamina dari penyaluran BBM bersubsidi karena besaran biaya pokok produksi kilang BBM perseroan saat ini masih 105% Mid Oil Platts  Singapore (MOPS), lebih tinggi dari penggantian subsidi dari pemerintah yang sekitar 101% MOPS.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten energi dan infrastruktur dalam kelompok usaha Sinarmas, membukukan penurunan pendapatan 13,5% sepanjang kuartal I 2013 dibanding periode sama tahun lalu. Penurunan pendapatan karena berkurangnya 16% penjualan dari pertambangan dan perdagangan batubara sebesar US$ 90,7 juta dibanding kuartal I 2012.
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 13.15  

0 komentar:

Poskan Komentar