“Pasar Buku Bekas Terpaksa Tutup - Pos Metro Padang”

Jumat, 28 Juni 2013

“Pasar Buku Bekas Terpaksa Tutup - Pos Metro Padang”


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Pasar Buku Bekas Terpaksa Tutup - Pos Metro Padang

Posted: 28 Jun 2013 10:11 AM PDT

Di tengah euforia tahun ajaran baru, kejadian memiriskan justru dialami puluhan pedagang buku bekas yang ada di kawasan Padang Teater, Pasar Raya. Pedagang yang menawarkan buku-buku murah ini kian merana, akibat pembeli yang terus berkurang. Bahkan, mulai pekan depan mereka berencana menutup kedai, memasuki Ramadhan.

SRIAGUSTINI | Pasar Raya

"Kalau Ramadhan orang tak bersekolah, jadi kami tak berjualan. Kalau buka juga, percuma saja, orang tak akan ada yang membeli," ujar JK (45), salah seorang pedagang buku bekas di Padang Theater, kemarin.

Menurut JK, kian hari, pengunjung yang mencari buku bekas ke sana terus berkurang. Walapun harga yang ditawarkan cukup murah, tak lagi menarik hati masyarakat untuk berkunjung. Saat ini, sebut JK, saat ini jual beli maksimal sehari berkisar 5 orang pembeli saja.  

Karena kondisi sepi itulah saat ini, sebagian pedagang penjual buku-buku bekas dan kliping serta sewa komik terus menghilang. Dari sekitar 30 toko yang dulunya menawarkan buku bekas, kini hanya tinggal beberapa toko saja saja. Itupun rata-rata dalam kondisi sepi pembeli.

Satu persatu, kata dia, para pedagang buku gulung tikar dan kemudian meninggalkan kedai. Sebagian ada yang mencoba profesi lain. "Tak mungkin bertahan hidup seperti ini. Sebainya merintis usaha baru," ujarnya.

Namun dirinya, kata JK mengaku tetap bertahan, karena tak ada lagi usaha lain. Bapak lima anak ini, sempat berfikir untuk mencoba beralih ke usaha yang lain, namun terkendala modal. "Untuk sewa kedai saja Rp2,5 juta pertahun, kini tak bisa lagi dibayar, kalau buka usaha baru, tentu butuh modal baru pula," jelasnya.

Yen (30), pedagang buku lainnya juga mengakui hal yang sama. Apalagi intensitas gempa yang belakangan terus meningkat. Sehingga semakin mengurangi minat pembeli untuk naik ke lantai II guna mencari buku bekas. "Sekarang sering gempa pula, semakin takut orang naik. Lagian, tak ada pula yang mau dicari di sini,"  katanya.

Untuk menggerakkan kembali minat masyarakat ke lantai II itu, pemerintah sebut Yen, perlu melakukan perbaikan bangunan. Sehingga pengunjung merasa aman. Di samping itu, penataan pedagang yang menjual komoditi tertentu juga perlu diarahkan. Sehingga aktivitas di kawasan itu kembali bergairah. "Kami berharap ada upaya dari pemko memerbaiki dan sekaligus meramaikan tempat ini kembali. Sehingga kami pedagang bisa hidup kembali," ujarnya.

Sekreatris Kesatuan Pedagang Pasar (KPP) Padang Irwan Sofyan menyebutkan, perbaikan kawasan Padang Teather oleh Pemko Padang akan berdampak positif untuk menampung pedagang yang ada di Pasar Raya Padang. Kehadiran kedai yang layak dan suasana  yang teratur diyakininya bisa menggiring pengunjung untuk naik ke lantai II tersebut. "Kami yakin, kalau sudah dilakukan penataan oleh Pemko, akan banyak pedagang yang bisa ditampung di sana," terang dia lagi. (*)

Diposkan oleh iwan di 13.29  

0 komentar:

Poskan Komentar