“Bank Sahabat Sampoerna Buka Unit Usaha Syariah”

Senin, 01 Juli 2013

“Bank Sahabat Sampoerna Buka Unit Usaha Syariah”


Bank Sahabat Sampoerna Buka Unit Usaha Syariah

Posted: 01 Jul 2013 11:09 AM PDT

Good Week for ...

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE), emiten distributor produk telekomunikasi dan handset, mengakuisisi importir iPhone dari Apple Inc, yaitu PT Mitra Telekomunikasi Selular, senilai Rp 70 miliar. Melalui akuisisi ini, TiPhone dapat memasarkan produk Apple berbasis seluler, yakni Iphone ke Apple Premium Reseller dan Apple Reseller.

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), emiten telekomunikasi BUMN, menyatakan sedang menjajaki penawaran yang dilakukan oleh tiga emiten menara telekomunikasi untuk mengakuisisi PT Daya Mitar Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha perseroan. Penjualan Mitratel merupakan upaya Telkom untuk menata portofolio infrastruktur. Tiga emiten yang mengajukan penawaran adalah PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Aset Mitratel diperkirakan Rp 2 triliun-Rp 3 triliun dari sekitar 5.000 menara telekomunikasi.

Kinerja operasional tiga anak usaha PT Mitra Pnasthika Mustika (MPM) Tbk (MPMX) tumbuh di atas 20% sepanjang Januari-Mei 2013. Ketiga anak usaha Mitra Pinasthika yang memberi kontribusi bagi pertumbuhan kinerja perseroan adalah PT Federal Karyatama, PT MPM Mulia, dan MPM Rent. Federal Karyatama mencatatkan peningkatan  volume penjualan oli 11,74% menjadi 27,19 juta liter. Sementara MPM Mulia menjual 366.143 unit kendaraan bermotor, naik 24% dibanding tahun lalu. Sedangkan MPM Rent telah mengakuisisi PT Surya Anugerah Kencana pada Juni lalu. Mitra Pinasthika juga akan menambah 3.000 unit mobil baru dari dana hasil IPO.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), emiten perbankan, menargetkan penyebaran uang elektronik atau e-money akan mencapai 3 juta kartu tahun ini. Menurut pejabat perseroan, BRI akan melakukan sejumlah kerja sama dengan perusahaan jasa pelayanan.  

PT Semen Baturaja (Persero Tbk (SMBR), emiten produsen semen, menaikkan harga jual 3% awal tahun ini.  Menurut direksi perseroa,  kebijakan penaikan harga itu untuk menjaga stabilitas perseroan seiring dengan peningkatan konsumsi semen nasional. Kenaikan harga semen itu imbas dari peningkatan tarif dasar listrik sejak awal 2013 serta kenaikan inflasi.

PT BNI Tbk (BBNI) terus mematangkan rencana pelepasan saham PT BNI Life Insurance, anak usaha perseroan. Menurut pejabat Otoritas Jasa Keuangan, BNI telah menjakukan proposal penawaran kepada 16 perusahaan asuransi dunia untuk membeli sebagian saham BNI Life.

Bad Week for ...

Bad Week for..
PT Asuransi Jiwasraya (Persero), perusahaan asuransi jiwa skala besar milik pemerintah, membukukan laba bersih Rp 471 miliar hingga Mei 2013, turun Rp 300 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 771 miliar. Direksi perseroan mengatakan penyebab penurunan itu salah satunya disebabkan penurunan hasil investasi perusahaan menjadi Rp 950 miliar hingga Mei 2013, dibandingkan tahun lalu Rp 1,23 triliun.

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memutuskan untuk menunda rencana secondary offering senilai Rp 2,2 triliun-Rp 2,4 triliun dan rights issue sekitar Rp 3,16 triliun. Penundaan aksi korporasi ini berpotensi menghambat rencana penambahan sama di perusahaan multifinance dan asuransi.

PT Bank Maspion Indonesia Tbk menetapkan ahrga initial public offering sebesar Rp 320 per saham atau di bawah harga penawaran awal Rp 360 per saham hingga Rp 480 per saham. Turunnya harga IPO membuat perusahaan hanya mendapatkan dana Rp 246,4 miliar.

PT Benakat Petroleum Tbk (BIPI) dan PT Medco Energi Tbk (MEDC), dua emiten minyak dan gas (migas), membukukan penurunan tingkat imbal hasil di kuartal I 2013. Dengan menggunakan rasio return on equity (ROE), imbal hasil yang diberikan pemegang saham Benakat dan Medco masing-masing turun 0,67% dan 1,32%.   Emiten migas lainnya, yakni PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) hingga kini belum merilis laporan keuangan kuartal I 2013. Namun dengan menggunakan laporan keuangan akhir  2012, ROE Energi Mega naik 0,49%. Menurut riset Finance Today, penyebab penurunan ROE Benakat dan Medco adalah profitabilitas yang lebih rendah dan kurang produktifnya aset yang dimiliki.

Harga jual rata-rata minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun 18% menjadi Rp 6.576 per kilogram dari Rp 8.016 per kilogram sepanjang lima bulan pertama 2013. Namun, penurunan harga jual dapat diimbangi dengan kenaikan volume penjualan di periode yang sama. Manajemen perseroan menjelaskan volume penjualan CPO perseroan sepanjang lima bulan pertama 2013 tumbuh 23% menjadi 641.707 ton dari periode yang sama tahun sebelumnya 532.131 ton.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 13.25  

0 komentar:

Poskan Komentar