“DJP Targetkan Pajak Satu Persen Tersosialisasi Juli”

Selasa, 16 Juli 2013

“DJP Targetkan Pajak Satu Persen Tersosialisasi Juli”


DJP Targetkan Pajak Satu Persen Tersosialisasi Juli

Posted: 16 Jul 2013 06:41 AM PDT

Jakarta (Antara) - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menargetkan sosialisasi pajak penghasilan satu persen untuk pelaku usaha dengan omzet tidak lebih dari Rp4,8 miliar dalam satu tahun, dapat terlaksana hingga akhir Juli 2013.

"Kami berupaya mensosialisasikan pemberlakuan pajak ini ke seluruh Indonesia pada akhir Juli 2013," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas DJP Kismantoro Petrus di Jakarta, Selasa.

Ia menyebutkan dasar hukum pemberlakuan pajak tersebut yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 tahun 2013 ditandatangani Presiden pada 12 Juli 2013 dan sampai ke DJP pada akhir Juni 2013.

"Pekan ini harus sudah selesai disosialisasikan di lingkungan internal dan Jumat nanti sosialisasi di kantor wilayah harus selesai," kata Kismantoro Petrus di sela buka puasa bersama redaktur ekonomi sejumlah media massa.

Ia mengatakan, PP Nomor 46 tahun 2013 itu tetap berlaku mulai 1 Juli 2013.

"Ada peraturan peralihan yang mengatur misalnya tentang pengecualian sanksi selama masa transisi itu," katanya.

Kismantoro menjelaskan sebenarnya tidak ada yang baru dengan pajak untuk pelaku usaha dengan omzet tertentu itu. Maksud pemberlakuan PP tersebut antara lain adalah untuk memberi kemudahan dan menyederhanakan aturan perpajakan.

Kalau sebelumnya harus ada pencatatan atau pembukuan, maka berdasar PP ini disederhanakan menjadi pelaku usaha dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar dengan tarif satu persen.

"Jadi wajib pajak hanya menghitung dan membayar pajak berdasarkan peredaran bruto (omzet)," katanya.

Berdasar PP itu, peredaran bruto atau omzet merupakan jumlah peredaran bruto (omzet) semua gerai atau sejenisnya baik di pusat maupun cabangnya. Pajak yang terutang dan harus dibayar adalah satu persen dari omzet.

Objek pajak tersebut adalah penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh wajib pajak dengan omzet tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam setahun.

Usaha meliputi usaha dagang dan jasa seperti toko/kios/los kelontong, pakaian, elektronik, bengkel, penjahit, warung makan, salon dan usaha lainnya. (ar)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 13.04  

0 komentar:

Poskan Komentar