“Nikmatnya ikan panggang di sudut Peunayong ini - The Atjeh Post”

Senin, 22 Juli 2013

“Nikmatnya ikan panggang di sudut Peunayong ini - The Atjeh Post”


Nikmatnya ikan panggang di sudut Peunayong ini - The Atjeh Post

Posted: 22 Jul 2013 07:22 AM PDT

Ikan panggang. @ REZA MUSTAFA/ATJEHPOSTcom

AROMA ikan bakar yang menyengat membuat ATJEHPOSTcom sampai pada sebuah rak mungil, menyempil di antara rak-rak dagangan menu buka puasa lainnya di sudut Peunayong pada Senin lepas ashar, 22 Juli 2013. Pasalnya dari rak inilah aroma gurihnya ikan bakar berasal. Terletak di ujung Jalan H. Teuku Daudsyah Peunayong Banda Aceh, rak dan seperangkat meja panggang yang terbuat dari besi tersebut dijaga oleh tiga orang pemuda.

Saat ATJEHPOSTcom sampai kesini, ketiganya sedang sibuk. Satu berdiri di balik rak membungkus pesanan pembeli, satu di balik meja panggang sibuk mengipasi bara api, satunya lagi sibuk menyiangi ikan pesanan pembeli.

Ada beberapa jenis ikan yang dibakar diatas meja perapiannya, yaitu ikan bandeng, tongkol kecil (jeureubok), kakap. Namun di perapian itu, dipanggang juga beberapa ikan pepes sesuai pesanan pembeli.

Adi, 35 tahun warga asal Aceh Utara ini, pemilik usaha ini kepada ATJEHPOSTcom mengatakan, usaha bakar ikan ini adalah usaha yang digelutinya khusus selama bulan puasa. Biasanya, ia adalah penjual ikan biasa.

Memanfaatkan kemahiran istrinya meracik bumbu ikan bakar, untuk menambah pendapatannya untuk mengantisipasi kebutuhan jelang lebaran. "Sejak hari kedua puasa, saya sudah buka usaha ini. Alhamdulillah, usaha ini lumayan lancar juga," kata Adi sambil mengoleskan bumbu pada ikan bandeng yang dibakar di atas perapian.

Untuk harga ikan bakar yang dijualnya, Adi memasang tidak memasang harga tinggi. Ikan bandeng yang rata-rata seukuran telapak tangan orang dewasa seharga Rp20 ribu per ekor. Kakap Rp30 ribu per ekor, dan ikan tongkol kecil atau jeureubok seharga Rp10 ribu per ekor, Rp15 ribu dua ekor, Rp20 ribu 3 ekor, dan seterusnya. Sementara ikan pepes dihargai Rp5000 perbungkus.

"Yang paling banyak diminati oleh pembeli di tempat saya ini adalah pepes dan meuloh teupanggang. Sehari antara 35-50 kilo gram bandeng habis terjual," ujarnya.

Memasok ikan dari Lampulo, menurut Adi, pelanggannya senang membeli ikan bakar ditempatnya karena ikan yang dibakarnya cukup segar-segar ditambah bumbu racikan istrinya yang yahud.

"Pokok jih, ureung jak keunoe aci ditanyong cit Muloh teupanggang. Kalau ikan lain ada tapi tak sebanyak eungkot muloh," kata Adi lagi sambil kembali membubuhi bumbu bewarna kuning dari dengan kuas khusus di atas ikan bakarnya.

Aroma ikan bakar tambah menguar ke sekitarnya. Beberapa pembeli mengelilingi meja perapian yang terus menerus mengepulkan asap. Setiap kali bumbu meleleh dari badan ikan mengenai bara api di bawahnya, asap yang mengepul tambah banyak, dan dipastikan aroma gurih tercium menyengat.

"Ini godaan berat. Cium aroma ikan bakar selagi puasa, ingin cepat-cepat buka jadinya," celetuk seorang pembeli saat menunggu pesanannya matang.[mrd)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 13.30  

0 komentar:

Poskan Komentar