“Telkomcel Buka Layanan Roaming di Asia Pasifik”

Selasa, 09 Juli 2013

“Telkomcel Buka Layanan Roaming di Asia Pasifik”


Telkomcel Buka Layanan Roaming di Asia Pasifik

Posted: 09 Jul 2013 11:08 AM PDT

Good Week for ...

Good Week for..
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), emiten sawit, berencana menjual aset berupa perkebunan kelapa sawit seluas 30 ribu hektare milik enam unit anak usaha. Menurut direksi perseroan, penjualan tersebut akan dilakukan untuk melunasi sebagian utang dan memperbaiki kinerja keuangan. Hingga Desember 2012, Bakrie Plantations memiliki total liabilitas jangka pendek sebesar Rp 3 triliun dari total liabilitas sebesar Rp 11 triliun.

PT Victoria Investama Tbk (VICO), perusahaan induk usaha Grup Victoria, akan menyuntikkan modal kepada dua anak usahanya, yakni PT Victoria Securities Indonesia dan PT Victoria Insurance, senilai total Rp 70 miliar. Menurut direksi perusahaan, dana suntikan modal anak usaha tersebut didapat dari hasil penawaran umum saham perdana (IPO).

PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance), perusahaan asuransi anak usaha PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), mencatat pertumbuhan polis sebesar 22 menjadi 6,6 juta polis dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 5,4 juta polis. Menurut direksi perusahaan, pertumbuhan polis ini salah satunya karena bertambahnya jumlah agen tenaga pemasaran.

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), badan usaha milik negara di sektor pertambangan, mempertahankan target produksi feronikel  tahun ini sebesar 18 ribu ton nikel dalam feronikel (Tni) meski operasional Electric Smelting Furnace (ESF) No 1 masih switch off. Hingga akhir Mei 2013, produksi feronikel perusahaan mencapai 8.488 Tni atau 47% dari target tahun ini.

Penjualan listrik PT Medco Power Indonesia, perusahaan yang mayoritas sahamnya dikuasai Saratoga Capital,  sepanjang Januari-Mei 2013 naik 5% menjadi 557 Gigawatt hour (GWh) dibanding periode yang sama 2012 sebesar 529 GWh. Menurut direksi perusahaan, peningkatan penjualan  listrik terutama dipicu pertumbuhan permintaan listrik di Batam, Kepulauan Riau yang mulai pesat.

PT XL Axiata Tbk (EXCL), emiten telekomunikasi, memiliki enam juta pengguna konten ring back tone 9RBT) pada semester I 2013 atau naik 30% dari periode sama tahun lalu. Kenaikan jumlah pengguna RBT ini didorong pemasaran bersama untuk konten RBT perseroan dengan PT Indosat TBk (ISAT) sejak Desember 2012-Maret 2013.

Bad Week for ...

Bad Week for..
Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada Indar Atmanto, mantan direktur utama PT Indosat Mega Media (IM2), anak usaha PT Indosat Tbk (ISAT), terkait penyalahgunaan frekuensi seluler di 2,1GHz milik Indosat. Pengadilan Tipikor juga memutuskan IM2 untuk membayar ganti rugi kepada negara sebesar Rp 1,38 triliun.

Proses akuisisi PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMI) oleh RHB Capital dari Malaysia diestimasi akan selesai awal kuartal IV 2013,  mundur dari target awal kuartal III 2013. Direksi Bank Mestika menyatakan, perusahaan dan RHB Capital masih menyiapkan dokumen proses akuisisi yang diminta oleh Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia sebagai otoritas kedua negara. Persiapan dokumen ini merupakan langkah kedua perusahaan untuk melengkapi proses akuisisi yang untuk kesekian kali mengalami perpanjangan tenggat waktu.

PT Indosat Tbk (ISAT), emiten telekomunikasi, berpotensi rugi hingga Rp 30 miliar akibat pengcurian kabel serat optik bawah laut milik perseroan di Kepulauan Riau. Pencurian terjadi pada kabel bawah laut sepanjang 31,7 kilometer di kawasan Pulau Bintan pada akhir Juni 2013. Hal ini berakibat pada aktivias telekomunikasi internasional, baik suara, data, maupun pengiriman data dari Indonesia ke Singapura terganggu.

PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) menunda sementara pembangunan gerai baru pada kuartal III tahun ini setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan beberapa biaya lainnya. Faktor lainnya, pasokan ruang ritel terutama di Jakarta yang terbatas pasca-moratorium mal.

PT Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk (BORN menderita rugi dari bagian atas hasil pengendalian bersama enitas sebesar US$ 552,87 juta sepanjang 2013. Laporan keuangan perusahaan yang dirilis kemarin menyatakan, rugi komprehensif sebenarnya mencapai US$ 573,34 juta. Kerugian tersebut berasal dari total rugi komprehensif Bumi Plc dan anak perusahaan untuk tahun yang berahir pada 31 Desember 2012 sebesar US$ 2.627 juta dimana perseroan efektif memiliki 23,8% kepemilikan saham.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 13.16  

0 komentar:

Poskan Komentar