“Dari garasi ke Toko Butik - The Atjeh Post”

Sabtu, 10 Agustus 2013

“Dari garasi ke Toko Butik - The Atjeh Post”


Dari garasi ke Toko Butik - The Atjeh Post

Posted: 10 Aug 2013 02:00 AM PDT

TERLETAK di antara bangunan ruko lantai dua di Jalan T. Iskandar Muda, Punge Jurong, Banda Aceh, papan nama butik Sinoe Na Collections yang terbuat dari stainless terpajang mencolok. Lewat dinding kaca, sekilas butik ini terlihat mewah.

Masuk ke dalam, desain interior loteng dan rak pajangan dari kayu bergaya minimalis. Sementara wallpaper dinding belakang warna cokelat motif bunga-bunga dipadu sorotan lampu. maneken

Pajangan aneka baju perempuan pada maneken-maneken dan hanger warna perak ditata sesuai paduan warna. Penataan ini tidak terlihat mencolok. Ada kesan sejuk berada di dalam butik ini.  "Maaf, tempat kita sederhana begini," ujar Nurhayati, pemilik butik, kepada The Atjeh Times, Rabu pekan lalu. "Untung datang siang-siang begini, kalau tadi pasti tidak sempat ngobrol karena banyak pengunjung," ujar ibu tiga putri ini.

Nurhayati bercerita tentang usaha yang digagasnya sejak 2006 lalu. Pada tahun pertama sampai Mei 2013, ia mengandalkan garasi rumahnya di Punge Blang Cut sebagai tempat usaha. "18 Juni 2013 kita baru masuk toko begini. Grand opening-nya tanggal itu," ujar perempuan berusia 43 tahun yang akrab dipanggil Kak Ati ini.

Motivasi berbisnis didorong oleh hobinya yang getol belanja. "Dulu tiap pergi ke mana saja seperti ke Medan dan Jakarta, saya selalu belanja. Kadang sering ketika pergi ke pusat-pusat perbelanjaan, tanpa sadar saya belanja baju," ujarnya.

Dengan dukungan modal dan semangat dari suami, Munshulul, Kak Ati membuka usaha. Sebagai brand, ia memakai kata dari bahasa Aceh dan Inggris, Sinoe Na Collections. "Sebelumnya saya memang tidak berpikir untuk masuk toko. Namun dengan jumlah pelanggan, dan garasi rumah yang sudah tidak memungkinkan untuk pajangan barang, dan juga dorongan suami dan anak-anak, bulan lalu saya mengambil keputusan berjualan secara lebih serius dengan masuk toko," ujarnya.

Selama masuk toko, Kak Ati menilai keseriusannya berbisnis lebih teruji. Bila sebelumnya ia bisa bebas buka-tutup 'butik garasinya', sekarang Kak Ati memiliki tanggung jawab lebih kepada pelanggan. "Dengan buka butik di toko begini, saya diajak untuk lebih bertanggung jawab dan menghargai pelanggan. Soalnya kalau dulu para pelanggan adalah para teman-teman yang sudah saling kenal, sekarang pelanggan sudah lebih umum," ujarnya.

Berbekal produk-produk khusus pakaian wanita berupa baju dari berbagai jenis, model, rok, aksesori, tas, dan sandal, Kak Ati mengaku untuk memasok barangnya, ia lebih memilih berbelanja sendiri ke Jakarta. Dengan harga jual mulai dari Rp150 ribu sampai Rp2 jutaan per produk, ia tak mematok keuntungan besar. "Saya lebih mementingkan perputaran daripada laba besar. Itu makanya, banyak pelanggan yang datang ke sini tidak hanya dari kalangan kelas menengah atas saja," ujar Kak Ati.  

Kini dengan momen bulan Ramadan dan Lebaran, Kak Ati meraih rata-rata omzet penjualannya Rp10 juta. Sehari-hari ia dibantu dua karyawan dan seorang putrinya yang masih kuliah.

Keberhasilannya sejauh ini, kata Kak Ati, tidak lain karena peran suami dan tiga anaknya yang mendukung penuh. Ia juga selalu menanamkan rasa syukur dalam kesehariannya, juga kepada tiga putrinya. "Saya selalu mengajak Aya (putri pertamanya) untuk aktif menjaga butik di samping jam kuliahnya. Agar anak-anak tahu bagaimana bersosialisasi dengan orang lain, bisa menghargai orang lain, bertanggung jawab, dan darinya rasa syukur bisa tertanam dengan hal-hal yang kadang tidak bisa didapatkan di tempat lain." []

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 13.18  

0 komentar:

Poskan Komentar