“Archipelago International Target Buka 29 Favehotel Tahun Ini”

Senin, 16 September 2013

“Archipelago International Target Buka 29 Favehotel Tahun Ini”


Archipelago International Target Buka 29 Favehotel Tahun Ini

Posted: 16 Sep 2013 11:10 AM PDT

Good Week for ...

Good Week for..
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan imbal hasil atas ekuitas pemegang saham (return on equity/ROE) tertinggi kedua dibanding emiten pesaing di Asia sepanjang semester I 2013 menjadi 15,98%, turun 0,08% dibanding periode sama 2012 sebesar 16,06. Berdasarkan data Bloomberg, Uni President Enertprise Corp dari Taiwan mencatatkan pertumbuhan ROE tertinggi di antara emiten-emiten makanan secara regional. ROE Uni President naik 0,88% menjadi 16,79% di semester I 2013. Selain membukukan kenaikan, ROE emiten ini juga merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan Indofood maupun Nissin Food Holdings, emiten makanan asal Jepang yang mencatatkan ROE 7,10%, naik 0,69%.

PT Indonesia Ethanol Industry, anak usaha PT Lautan Luas Tbk (LTLS), emiten distributor dan produsen kimia, meningkatkan modal disetor sebesar Rp 45,7 miliar menjadi Rp 219,6 miliar dari sebelumnya Rp 173,8 miliar. Hal ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan anak usaha. Kenaikan jumlah modal perseroan turut meningkatkan jumlah saham perseroan menjadi 26,8 miliar dari 19 juta saham.

Rakuten Inc, perusahaan perdagangan online (e-commerce) dari Jepang, menuntaskan pembelian 49% saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) atau MNC Group di perusahaan patungan PT Rakuten MNC. Proses pembelian tersebut tuntas pada 1 September 2013. Dengan skema tersebut, PT Rakuten-MNC berganti nama menjadi Rakuten Belanja Online. Rakuten Inc menguasai 100% saham di perusahaan tersebut.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), emiten konstruksi, mendapatkan kontrak baru senilai Rp 11,1 triliun hingga pekan pertama September 2013. Jumlah tersebut mencapai 53,4% dari target kontrak baru tahun ini sebesar Rp 20,7 triliun. Sementara PT PP (Persero) Tbk (PTPP), emiten konstruksi dan investasi lain, mencatatkan kontrak baru Rp 9,5 triliun sepanjang semester I 2013 atau dua setengah kali lipat dibandingkan periode sama tahun lalu. Perolehan ini hampir 50% dari target kontrak baru sepanjang 20013 sebesar Rp 19,7 triliun.  

PT Modernland Realty Tbk (MDLN), emiten properti, mencatatkan earning power tertinggi dari empat emiten properti dengan total aset Rp 4 triliun-Rp 7 triliun pada semester I 2013, yaitu PT Intiland Development Tbk (DILD), PT Duta Anggad Realty  Tbk (DART), dan PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI). Modernland juga mencatat pertumbuhan earning power tertinggi, yakni 8,32% menjadi 13,58%.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Pelabuhan Tarahan di Lampung berkapasitas 2X8 megawatt pada kuartal IV 2013. Eksekutif perusahaan menyatakan, pembangkit akan memasok kebutuhan listrik di pelabuhan Tarahan seiring dengan peningkatan kapasitas angkutan kereta api batubara menjadi 22,7 juta ton pada 2014.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan restu kepada Dai-ichi Life Insurance Company Ltd, perusahaan asuransi jiwa asal Jepang, untuk mengakuisisi PT Panin Life. Menurut pejabat OJK, Dai-ichi harus menyelesaikan proses akuisisi tersebut dalam waktu 60 hari ke depan. Eksekutif OJK menyatakan, regulator telah memberikan persetujuan akuisisi tersebut pada 5 September 2013.

Bad Week for ...

Bad Week for..
PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) dipastikan tidak akan melakukan ekspansi apapun dalam waktu dekat karena perusahaan masih fokus tahap restrukturisasi oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Direksi perusahaan menyatakan  saat ini proses restrukturisasi perusahaan masih berjalan. Manajemen Merpati optimistis rencana ekspansi perusahaan akan terealisasi pada 2016 sampai 2017.

PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA), emiten perkebunan, mencatatkan penurunan produksi karet sepanjang semester I 2013 sebanyak 9,28% menjadi 5.916 ton dibandingkan periode sama tahun lalu. Penurunan produksi ini tidak hanya terjadi di kebun inti. Pasokan karet dari pihak ketiga juga berkurang. Pada Januari sampai Juni 2012, produksi karet Jaya Agra hanya 3.723 ton, turun dibandingkan periode sama tahun lalu 3.887 ton. Produksi karet dari pihak ketiga juga turun 17% dari 2.634 ton menjadi 2.193 ton.

PT Berlina Tbk (BRNA), perusahaan yang bergerak di bidang industri plastik dan industri lainnya, mencatatkan laba bersih Rp 21,21 miliar pada semester I 2013, atau turun 20,50% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 26,88 miliar. Penurunan disebabkan oleh kenaikan beban pokok peresroan menjadi Rp 377,59 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 311,82 miliar. Padahal pendapatan peresroan naik menjadi Rp 462,66 miliar dari sebelumnya Rp 403,79 miliar.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 13.06  

0 komentar:

Poskan Komentar