“Dijebak Terkait Narkoba, Warga Tak Bisa Paksa BNN Buka Investigasi”

Selasa, 01 Oktober 2013

“Dijebak Terkait Narkoba, Warga Tak Bisa Paksa BNN Buka Investigasi”


Dijebak Terkait Narkoba, Warga Tak Bisa Paksa BNN Buka Investigasi

Posted: 01 Oct 2013 05:18 AM PDT

Selasa, 01/10/2013 19:12 WIB

Andi Saputra - detikNews
ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Acapkali masyarakat merasa dijebak oleh BNN telah terlibat kasus narkoba. Seperti tiba-tiba ditemukan selinting ganja atau pil ekstasi yang menyelip di mobil atau di saku celana. Lantas bisakah masyarakat menuntut BNN untuk membuka investigasi sehingga dirinya ditangkap?

Hal ini melatarbelakangi LBH Masyarakat yang menggugat peraturan BNN tentang teknis penyelidikan dan penyidikan. Peraturan itu dinilai LBH Masyarakat memungkinkan tindakan aparat yang bertindak di luar aturan sehingga berpotensi melanggar HAM. LBH Masyarakat mencontohkan banyaknya korban penjebakan narkoba, yang pada dasarnya bukanlah pengedar, tapi ditangkap karena dijebak.

Atas hal itu, LBH Masyarakat lalu menggugat BNN ke Komisi Informasi Pusat (KIP). Dalam gugatannya, LBH Masyarakat meminta BNN membuka proses penyelidikan dan penyidikan tersebut. Tetapi upaya LBH Masyarakat ini kandas.

Dalam keputusan tertanggal 12 Oktober 2010, KIP berpendapat pasal 18 Ayat 1 huruf b UU KIP menyatakan tidak termasuk dalam kategori informasi yang dikecualikan adalah informasi berikut: b. ketetapan, keputusan, peraturan, surat edaran, atau pun bentuk kebijakan lain, baik yang tidak berlaku mengikat maupun mengikat ke dalam atau pun ke luar serta pertimbangan lembaga penegak hukum.

Atas vonis ini, LBH Masyarakat lalu banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Namun lagi-lagi upaya tersebut kandas. Pada 12 Desember 2012 majelis hakim yang terdiri dari I Nyoman Harnanta, Haryati dan Elizabeth Tobing menolak upaya banding itu.

Lantas LBH Masyarakat mengajukan upaya hukum terahir yaitu kasasi. Apa kata MA?

"Menolak kasasi pemohon," putus majelis kasasi MA seperti dilansir di websitenya, Selasa (1/10/2013). Putusan ini diketok oleh hakim agung Irfan Fachruddin, Dr Hary Djatmiko dan Marina Sidabutar pada 20 Agustus 2013 lalu.


Timnas U-23 Gagal Raih Emas Setelah Dikalahkan Maroko 1-2 dalam Ajang Islamic Solidarity Games Palembang. Simak selengkapnya dalam program "Reportase Pagi", pukul 04.30 - 05.30 WIB, hanya di TRANS TV

(asp/nrl)


Foto Video Terkait


Sponsored Link

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 13.26  

0 komentar:

Poskan Komentar