“Menteri PU Buka Seminar Hari Habitat 2013”

Senin, 07 Oktober 2013

“Menteri PU Buka Seminar Hari Habitat 2013”


Menteri PU Buka Seminar Hari Habitat 2013

Posted: 07 Oct 2013 04:14 AM PDT

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto membuka Seminar Nasional Peringatan Hari Habitat Dunia 2013 bertajuk "Mobilitas Perkotaan Dan Perwujudan Kota Untuk Semua" di Jakarta, Senin (7/10).

Dia mengatakan untuk mewujudkan mobilitas perkotaan dan perwujudan kota untuk semua diperlukan dukungan komponen perkotaan. Salah satunya adalah infrastruktur. "Tema tersebut dipilih karena mobilitas perkotaan membutuhkan dukungan infrastruktur untuk memudahkan pergerakan (aksesibilitas) manusia, serta menunjang fungsi hunian dan kawasan permukiman sejalan dengan perkembangannya," ungkap Djoko.

Lebih lanjut dikatakan, mobilitas perkotaan tidak hanya transportasi atau sistem transportasi. Namun lebih luas menyangkut pergerakan penduduk perkotaan secara keseluruhan, selain juga terkait dengan budaya urban yang bercirikan modern, praktis, cepat dan efisien. Perencanaan dan perancangan perkotaan berperan penting dalam mengkoordinaskan aktivitas manusia di dalam ruang kota.

"Dukungan infrastruktur PU penting dalam meningkatkan Urban Mobility, yakni dengan ditunjukkan oleh pembangunan jaringan jalan dan jembatan untuk mempermudah akses masyarakat. Serta, penyediaan infrastruktur permukiman untuk memastikan masyarakat memiliki akses pelayanan air minum dan sanitasi, drainase serta jalan lingkungan untuk menciptakan kawasan hunian yang layak bagi masyarakat," ujarnya.

Menurut Djoko, Indonesia juga dihadapkan pada tantangan permasalahan perkotaan antara lain laju urbanisasi yang cukup pesat mencapai 1,7% per tahun yang mengakibatkan tumbuhnya permukiman kumuh. Berdasarkan laporan UN Habitat 2012, sebesar 23% penduduk perkotaan di Indonesia bermukim di kawsan kumuh.

Sementara dari perhitungan Kementerian Pekerjaan Umum dari Data Susensus tahun 2012, baru 58,09% penduduk Indonesia yang mendapatkan akses terhadap air minum layak. Sebesar 57,35% yang mendapatkan akses sanitasi sehat.

Kondisi tersebut masih rendah dibandingkan target MDGs yakni sebesar 68,8% untuk pelayanan air minum dan sebesar 62,41% untuk layanan sanitasi pada 2015. Tantangan tersebut membutuhkan perhatian khusus dari manajemen kabupaten/kota untuk mulai membuat langkah tepat dalam meningkatkan efisiensi pergerakan melalui pembangunan infrastruktur hingga kebijakan pengaturan pemanfaatan ruang.

Beberapa walikota yang dinilai telah melakukan hal tersebut antara lain Gubernur DKI Jakarta, Walikota Solo dan Walikota Surabaya.

Namun, jelasnya, tantangan perkotaan juga telah menggugah generasi muda untuk bergerak memberikan manfaat bagi lingkungan. Untuk itu, peringatan Hari Habitat Dunia merupakan kesempatan untuk berbagi informasi dan pengalaman dalam mengatasi permasalahan perkotaan.

"Tidak hanya pemerintah, pelaku usaha maupun generasi muda juga perlu menyampaikan pemikiran, kreativitas dan inovasi serta upaya untuk mewujudkan kota masa depan yang menjadi milik dan tanggung jawab bersama," paparnya. (*)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 13.33  

0 komentar:

Poskan Komentar