“Hatta Radjasa Buka BUMD Expo Pertama di Surabaya - Tempo.co”

Kamis, 28 November 2013

“Hatta Radjasa Buka BUMD Expo Pertama di Surabaya - Tempo.co”


Hatta Radjasa Buka BUMD Expo Pertama di Surabaya - Tempo.co

Posted: 28 Nov 2013 05:33 AM PST

Berita Terkait

TEMPO.CO, Surabaya Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, membuka gelaran acara Badan Usaha Milik Daerah Expo 2013 di Gedung JX  Internasional Surabaya. Acara BUMD Expo dilaksanakan bersamaan dengan Strategic Forum 2013 dan Annual Otonomy Award serta Rapat Koordinasi Asisten Bidang Perekonomian Tingkat Provinsi se-Indonesia. Acara dibuka oleh Hatta didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Sebanyak 40-an BUMD di Indonesia dari berbagai sektor, yaitu perbankan, perdagangan, pelabuhan, industri, dan jasa lainnya, ikut memamerkan produk mereka. Acara itu juga diselingi sejumlah workshop dan seminar terkait isu-isu ekonomi daerah.

Dalam kesempatan itu, Hatta menjelaskan visi ekonomi Indonesia dalam menghadapi persaingan global 2014. Menurut dia, pada 2014, pemerintah berupaya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Caranya dengan mengurangi ekspor bahan baku atau bahan baku penolong ke luar negeri. "Kita berusaha menjadi aktor pemenang dalam kancah ekonomi global, kuncinya adalah meningkatkan daya saing, " ujarnya.

Untuk itu pemerintah daerah harus berperan aktif meningkatkan nilai investasi. Salah satu caranya adalah memberikan kemudahan investasi masuk, misalnya menyempurnakan pelayanan izin investasi satu pintu. Hatta juga meminta BUMD mampu menjadi motor penggerak ekonomi di daerah. BUMD harus bisa bersinergi. "Saya yakin BUMD akan mampu menjadi motor penggerak ekonomi di daerah," ujarnya.

Ketua Badan Kerja Sama BUMD Seluruh Indonesia, Arif Afandi, mengatakan forum ini digelar untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalime pengelola BUMD. Menurut dia, BUMD tidak boleh dikelola secara sembarangan karena investasi yang dikeluarkan untuk BUMD sangat besar.

Indonesia memiliki 1.000 lebih BUMD dengan total aset mencapai Rp 500-an triliun yang bila itu disatukan bisa menjadi kekuatan bisnis dan jawara regional. BUMD yang mandiri dan kuat bisa membantu daerah-daerah menjadi mandiri. "Kita harus dorong BUMD mandiri secara finansial," kata dia.

Menurut dia, dari sekian banyak BUMD, hanya 40-an persen yang masuk kategori sehat. Sebanyak 80 persen dari BUMD sehat itu bergerak di sektor perbankan. "Untuk menjadi pilar ekonomi, BUMD harus sehat," kata Arif.

Badan Kerja Sama BUMD seluruh Indonesia menggelar BUMD Expo dan Bussiness Gathering sebagai ajang pelaku bisnis membangun jejaringnya ke berbagai daerah.

EDWIN FAJERIAL | AGUSSUP

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.29  

0 komentar:

Poskan Komentar