“Pemerintah Diminta Kaji Ulang Relaksasi Investasi Asing - Metro TV News”

Jumat, 08 November 2013

“Pemerintah Diminta Kaji Ulang Relaksasi Investasi Asing - Metro TV News”


Pemerintah Diminta Kaji Ulang Relaksasi Investasi Asing - Metro TV News

Posted: 08 Nov 2013 11:27 AM PST

Metrotvnews.com: Pemerintah diminta mengkaji ulang rencana relaksasi investasi asing pada 5 sektor usaha baru. Sebab, kebijakan tersebut dapat berimplikasi pada transaksi berjalan Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menegaskan hal tersebut. "Baik skali kita mereview sektor-sektor yang kita buka untuk investor asing untuk masuk," tegas dia di kompleks gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (8/11).

Pemerintah kini tengah memfinalisasi rencana pembukaan lima sektor bisnis strategis yang sebelumnya diperuntukkan pemodal dalam negeri, bagi investor asing. Adapun sektor-sektor tersebut adalah pelabuhan, bandara, jasa kebandaraan, terminal darat untuk barang, serta periklanan.

Menurut Agus, pembukaan sektor usaha bagi pelaku usaha asing dapat dimaklumi. Sebab, arus investasi langsung itu dapat menambal defisit transaksi berjalan yang kian melebar dalam neraca pembayaran Indonesia (NPI).

Akan tetapi, pemerintah juga perlu mengarahkan investasi itu pada perbaikan transaksi berjalan. Ia mencontohkan, pembukaan investasi pada sektor yang dapat meningkatkan kinerja ekspor seperti industri manufaktur, atau sektor-sektor yang dapat menurunkan impor bahan bakar minyak.

"Bisa juga pada sektor-sektor yang dapat menurunkan defisit neraca jasa dan pendapatan. Itu yg mesti betul-betul dijadikan prioritas. Kalau kita membuka kesempatan bagi investor asing masuk kita buka tapi kita harus kaji bahwa itu untuk perbaikan dari transaksi berjalan kita," tegas dia.

Dia menambahkan terkait sektor strategis, kalau seandainya inisiatif public private partnership tidak jalan, harus diperbaiki. Kemudian, kalau pembiayaan infrastruktur dimana dana infrastuktur sudah siap tetapi terdapat masalah perizinan, ini masalah pembebasan lahan perlu diatasi.

"Tapi kita perlu mempersiapkan. Arahkan pada investor asing yang masuk untuk memperbaiki ekpor atau membuat produk atau jasa yg impor substitution, untuk meningkatkan kapasitas dan policy yg intinya memperbaiki TB," pungkas dia. (Daniel Wesly Rudolf)


Editor: Deni Fauzan

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 13.11  

0 komentar:

Poskan Komentar