“Pemerintah Harus Hati-hati Buka Sektor Strategis”

Minggu, 10 November 2013

“Pemerintah Harus Hati-hati Buka Sektor Strategis”


Pemerintah Harus Hati-hati Buka Sektor Strategis

Posted: 10 Nov 2013 10:11 AM PST

Good Week for ...


Good Week for..
Sebanyak 14 saham berkapitalisasi besar yang masuk dalam daftar IDX30 menawarkan return on equity (ROE) di atas 20%. Saham sektor barang konsumsi dan perbankan menawarkan ROE tertinggi dibandingkan ROE sektor lain berdasarkan hasil laporan keuangan kuartal III 2013. Dari sektor barang konsumsi, terdapat tiga saham yang menawarkan ROE di atas 20%. Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menawarkan ROE sebesar 99,4%, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) masing-masing menawarkan ROE sebesar 26,3% dan 20,58%. Dari sektor perbankan, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memberi tawaran ROE tertinggi sebesar 31,43%. Disusul saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang masing-masing menawarkan ROE sebesar 25,02% dan 22,59%. Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menjadi satu-satunya saham sektor tambang batubara yang memberi ROE tertinggi yakni sebesar 31,25%. Dan saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatat nilai ROE tertinggi di sektor produsen semen sebesar 30,71% terpaut di atas ROE saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) sebesar 25,30%.

Inter IKEA Systems BV, perusahaan ritel alat-alat rumah tangga dan furnitur asal Swedia, menyiapkan investasi US$ 100 juta untuk membangun gerai pertama di Indonesia. Manajemen perseroan mengatakan, besarnya potensi pasar dan tingkat konsumsi dalam negeri mendorong perseroan berencana masuk ke Indonesia dan mengoperasikan gerainya pada September tahun depan.  Perseroan sudah memiliki lahan seluas lima hektare di Tangerang, Banten, yang akan kami gunakan untuk membuka gerai pertama di Indonesia.

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, perusahaan perkebunan sawit, menargetkan mampu meraih dana sebesar Rp 1,45 triliun dari penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) yang akan dilakukan pada kuartal IV 2013. Menurut direksi perseroan, 60,5% dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha sawit. Peningkatan kapasitas pabrik akan dilakukan dengan menambah kapasitas di pabrik lama dan membangun pabrik baru.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), emiten telekomunikasi, mencatat pertumbuhan profitabilitas tertinggi berdasarkan kinerja kuartal III tahun dibandingkan dua emiten telekomunikasi lainnya, yaitu PT Indosat Tbk  (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL). Profitabilitas ini tercermin dalam margin laba sebelum biaya bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Telkom yang naik 0,05% dari periode yang sama tahun lalu. Sementara margin EBITDA Indosat dan XL Axiata  tercatat turun 2,3% dan 7%.Kenaikan profitabilitas Telkom ditopang oleh peningkatan pendapatan usaha perseroan sebesar 8,15% di kuartal III dibandingkan periode sama tahun lalu. Segmen pendapatan telepon menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan usaha, yakni sebesar 50,5%. Sementara pendapatan segmen pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika tumbuh lebih tinggi  dari pendapatan telepon.

Bad Week for ...

Bad Week for..
Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengalami perlambatan pertumbuhan pelanggan layanan BlackBerry di kuartal III 2013. Data perseroan menyebutkan, jumlah pelanggan layanan BlackBerry tidak bertumbuh di kuartal III 2013 dari kuartal II 2013, yakni sebanyak 3 juta pelanggan. Direksi perseroanmengakui  pertumbuhan pelanggan BlackBerry perseroan melambat di kuartal III 2013 karena pengguna smartphone lebih memilih menggunakan smartphone dengan sistem operasi (OS) Android dari Google Inc. Data perseroan menyebutkan, pengguna XL yang menggunakan smartphone Android mencapai 3,5 juta di kuartal III 2013, naik signifikan dari 2,5 juta dari akhir tahun lalu.

PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) membukukan penurunan laba bersih sebesar 62% menjadi Rp 195,7 miliar dari Rp 515,7 miliar di kuartal III tahun lalu. Penurunan ini didorong pendapatan usaha yang hanya tumbuh 8,9% menjadi Rp 333,9 miliar. Dari total pendapatan usaha, bisnis sewa menara telekomunikasi berkontribusi terbesar, yakni Rp 323,5 miliar.   Bisnis pemeliharaan menara tercatat sekitar Rp 9,6 miliar dan bisnis lainnya tercatat Rp 809 juta. Beban pokok pendapatan tercatat naik 24% menjadi Rp 62,7 miliar. Pemicunya adalah kenikan biaya operasional dan pemeliharaan menara sebesar Rp 34,9 miliar, serta kenaikan biaya asuransi sebesar 327% menjadi Rp 3,2 miliar.

PT Mitra Adiperkasa Tbk  (MAPI), perusahaan yang bergerak di bidang peragangan eceran pakaian, sepatu, aksesoris, tas dan peralatan olahraga di lebih dari 1.000 outlet,  membukukan laba bersih sebesar Rp 227,53 miliar, turun 19,43% dibandingkan periode ama tyahun lalu Rp 282,42 miliar. Hal ini disebabkan oleh beban pokok perseroan naik dari Rp 2,70 triliun menjadi Rp 3,50 triliun serta beban umum dan penjualan yang naik dari Rp 2,23 triliun menjadi Rp 2,90 triliun. Beban keuangan perseroan juga meningkat dari Rp 113,47 miliar menjadi Rp 162,08 miliar. Padahal pendapatan perseroan naik dari Rp 5,44 triliun pada Kuartal III 2012 menjadi Rp 6,92 triliun pada Kuartal III 2013.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 13.22  

0 komentar:

Poskan Komentar