“Sri Lanka Buka KTT Persemakmuran - VOA Indonesia”

Jumat, 15 November 2013

“Sri Lanka Buka KTT Persemakmuran - VOA Indonesia”


Sri Lanka Buka KTT Persemakmuran - VOA Indonesia

Posted: 15 Nov 2013 03:46 AM PST

Sri Lanka membuka pertemuan puncak negara-negara Persemakmuran Jumat (15/11) dengan penampilan para penari yang memukau dan anak-anak yang tersenyum menyambut para pemimpin dari Inggris dan bekas wilayah jajahannya.

Kelompok Persemakmuran telah dikecam karena mengadakan pertemuan puncak di pulau Samudera Hindia itu, karena pemerintah Sri Lanka selama bertahun-tahun menolak mengizinkan penyelidikan independen terhadap kejahatan perang dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia pada masa dan setelah perang saudara 27 tahun yang berakhir 2009.

PM India Manmohan Singh dan PM Kanada Stephen Harper termasuk di antara para pemimpin yang memboikot KTT Persemakmuran yang diadakan sekali dua tahun. Namun, Pangeran Charles dan PM Inggris David Cameron menghadiri pertemuan puncak tiga hari itu.

Cameron, yang telah menyerukan diadakannya penyelidikan internasional mengenai kejahatan perang tersebut, mengatakan menjelang pertemuan itu bahwa menghadiri konferensi itu lebih baik daripada memboikotnya. Ia mengatakan ia ingin mengadakan pertemuan dengan Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang tuduhan kejahatan perang tersebut.

Pemerintah Sri Lanka  berada di bawah pengawasan internasional karena pelaksanaan tahap akhir operasi militer terhadap pemberontak Macan Tamil, ketika ribuan warga sipil tewas diduga akibat kekerasan yang dilakukan oleh tentara dan pemberontak. Pemerintah Sri Lanka telah membantah keras tuduhan kejahatan perang yang mencakup menembak para tahanan. Perang saudara itu berakhir pada tahun 2009.

Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa membela usaha negaranya dengan mengatakan tentaranya tidak melakukan pelanggaran hak asasi dan pengadilan serta lembaga-lembaga lain telah melayani keluhan-keluhan masyarakat.

Sementara para pemimpin berdatangan Jumat (15/11) untuk upacara pembukaan, PM Inggris David Cameron berencana meninjau daerah-daerah bagian utara yang menderita perang yang paling buruk dengan pemberontak etnik Tamil yang memperjuangkan negara terpisah.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. FiveFilters.org recommends: March Against Mainstream Media (More info).

Diposkan oleh iwan di 13.07  

0 komentar:

Poskan Komentar