“Lakukan Efisiensi, Pegadaian akan Buka Agen”

Selasa, 03 Desember 2013

“Lakukan Efisiensi, Pegadaian akan Buka Agen”


Lakukan Efisiensi, Pegadaian akan Buka Agen

Posted: 03 Dec 2013 10:19 AM PST

Good Week for ...

Good Week for..
PT Panin Bank Syariah Tbk, anak usaha PT Bank Panin Tbk (PNBN), akan melakukan roadshow ke Malaysia dan Singapura untuk menawarkan saham perdananya kepada investor asing. Menurut penjamin emisi, sejumlah investor asing dari ASEAN maupun dari Timur Tengah telah menyatakan minatnya terhadap initial public offering (IPO) Panin Bank Syariah. Sebelum due diligence meeting dan book building dilaksanakan, sudah ada investor asing yang meminta informasi kepada penjamin emisi. Perusahaan menunjuk PT Evergreen Capital dan PT RHB OSK Securities Indonesia sebagai penjamin emisi IPO untuk menangkap permintaan dari investor lokal maupun global.

PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) menargetkan kenaikan pendapatan premi pada tahun depan sebesar 17% menjadi  Rp 328,02 miliar dari estimasi pendapatan premi tahun ini Rp 280,36 miliar. Menurut direksi, perusahaan akan melakukan penambahan mitra bisnis dalam memasarkan produk asuransinya. Pada tahun ini, perusahaan telah melakukan kerja sama baru dengan beberapa mitra bisnis antara lain PT BNI Syariah dan PT BRI Syariah. Hingga akhir tahun 2013 perusahaan mengestimasi pendapatan preminya akan tercapai sesuai target, yakni tumbuh sebesar 17% dari tahun 2012 sebesar Rp 239,2 miliar. Hingga kuartal III 2013, pendapatan premi bruto perseroan naik sebesar 5,82% menjadi Rp 174 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2012.

Nilai pembelian saham PT BNI Life Insurance (BNI Life), anak usaha PT BNI Tbk (BBNI) lebih tinggi dari penawaran awal yang dilakukan Sumitomo Life Insurance Company. BNI akan melepas saham BNI Life kepada Sumitomo sebesar 40% dengan nilai Rp 4,2 triliun. Sumitomo sebelumnya memasukkan penawaran awal sebesar US$ 800 juta. Dengan menggunakan asumsi kurs Rp 11 ribu, nilai penawaran awal Sumitomo terhadap 100% saham BNI Life hanya mencapai Rp 8,8 triliun. Sementara dengan uang yang dikeluarkan Sumitomo saat ini maka 100% saham BNI Life bernilai Rp 10,5 triliun.

PT Pertamina (Persero) bersama PTT Exploration and Production Plc (PTTEP),  perusahaan migas asal Thailand, mengakuisisi dua blok migas yang dikuasai Hess Corporation, Amerika Serikat, senilai US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 15 triliun. Akuisisi terhadap Blok Pangkah dan Blok Natuna Sea A dilakukan anak perusahaan Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi, dan anak perusahaan PTTEP, PTTEP Netherlands Holding Cooperatie UA.
Pertamina dan PTTEP masing-masing berkontribusi 50% dari total nilai transaksi akuisisi. Artinya, Pertamina mengeluarkan dana Rp 7,5 triliun untuk mengakuisisi dua blok tersebut.

PT Samsung Electronics Indonesia, produsen elektronik asal Korea Selatan, membidik pasar large enterprise melalui produk mobility solutions. Perluasan portofolio bisnis ini sejalan dengan meningkatnya adopsi bring your own device (BYODD) di Indonesia. Perluasan portfolio ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Malifax Indonesia. Keduanya akan menyediakan solusi keamanan terintegrasi. Pasar mobile device, termasuk smartphone, meningkat cukup tinggi di Indonesia.

Bad Week for ...

Bad Week for..
PT Bosowa Corporation, perusahaan multibisnis asal Sulawesi Selatan, menunda rencana pembangunan pabrik semen di Sorong, Papua Barat, serta pabrik pemurnian mineral (smelter) di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Menurut direksi perusahaan, penundaan tersebut menunggu kondisi pasar dan ekonomi politik yang relatif stabil.Semula, Bosowa melalui anak usaha PT Semen Bosowa mulai semester II tahun ini berencana memulai pembangunan pabrik semen di Sorong senilai Rp 679 miliar. Pabrik tersebut ditargetkan berkapasitas 750.000 ton, dan semula ditargetkan mulai beroperasi di 2014. Penundaan juga terkait pasar produk semen yang saat ini cenderung melambat.

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tidak memasukkan agenda pembelian saham perusahaan asuransi dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) pada tahun depan. Namun, Muamalat akan memasukkan agenda tersebut dalam revisi RBB pada pertengahan 2014. Hingga saat ini perusahaan belum mengetahui skema pelepasan saham yang akan dilakukan Syarikat Takaful Malaysia Bhd. Belum adanya kejelasan tentang pelepasan saham tersebut membuat Muamalat belum memasukkan rencana penambahan saham di Syarikat Takaful dalam RBB. Selain itu, Andi mengungkapkan perusahaan masih fokus melakukan rights issue sebanyak 2,81 miliar dengan harga Rp 480 per saham untuk menambah modalnya demi mendukung penyaluran pembiayaan pada tahun depan.

Blue Birds Group, perusahaan jasa transportasi, memproyeksikan proses penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tertunda hingga tahun depan. Aksi korporasi tersebut kemungkinan tidak dapat dilakukan tahun ini, seiring belum diperolehnya izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Direksi perseroan enggan menjelaskan secara detail mengenai kendala pelaksanaan IPO maupun mengonfirmasi besaran persentase saham yang akan dilepas ke publik, yang sebelumnya dikabarkan mencapai 40% dari total saham perseroan.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.17  

0 komentar:

Poskan Komentar