“Metroxgroup Akan Buka 15 Gerai”

Senin, 02 Desember 2013

“Metroxgroup Akan Buka 15 Gerai”


Metroxgroup Akan Buka 15 Gerai

Posted: 02 Dec 2013 02:42 AM PST

Good Week for ...

Good Week for..
PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance), anak usaha PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), akan fokus mengembangkan bisnis marine cargo. Pada tahun depan, perusahaan menargetkan kenaikan pendapatan premi marine cargo pada tahun depan sebesar 100%-120% menjadi Rp 50 miliar-Rp 55 miliar dibandingkan estimasi tahun ini Rp 25 miliar. Direksi perseroan menyatakan pada tahun depan bisnis pengangkutan diestimasi akan meningkat lebih tinggi. Setiap tahunnya produk asuransi marine cargo mengalami pertumbuhan walau besarannya masih belum signifikan. Hingga Oktober 2013, perolehan premi perusahaan dari produk asuransi marine cargo hanya naik 5% menjadi Rp 21 miliar dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 20  miliar.

PT Medco E&P Indonesia, anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), telah ditugaskan sebagai pengelola sementara Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Kampar, Provinsi Riau. Medco EP ditunjuk pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), sehubungan dengan berakhirnya kontrak kerja sama Wilayah Kerja Kampar pada 27 November 2013.  Produksi minyak Kampar pada 2013 rata-rata 2.000 barel per hari.  Secara konsisten sejak beberapa tahun yang lalu, Medco E&P telah berhasil menahan laju penurunan produksi minyak di wilayah kerja ini di bawah 4% per tahun. Wilayah Kerja Kampar diperoleh Medco E&P  pada 5 Juli 1993 dan berlaku efektif  mulai 28 November 1993 untuk masa kontrak 20 tahun.

Kenaikan harga jual dan efisiensi beban usaha mendorong pertumbuhan profitabilitas PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) hingga sembilan bulan pertama 2013. Profitabilitas yang terefleksi dalam margin usaha perseroan tumbuh 3,8% menjadi 23,8% per kuartal III 2013 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 19,9%, sekaligus menjadikan perseroan mencatat pertumbuhan profitabilitas tertinggi dibandingkan emiten sejenis. Direksi perseroan menyatakan peningkatan profitabilitas perseroan antara lain ditopang oleh perbaikan harga jual sebesar 15%, sekitar 7% kenaikan harga berasal inovasi produk bernilai tambah dan 8% lainnya berasal dari penyesuaian harga jual.
Selain itu, meningkatnya volume penjualan perseroan sebesar 8% turut berkontribusi terhadap kinerja pendapatan dan laba bersih Arwana.

PT Indosat Tbk (ISAT),  emiten telekomunikasi, telah menyerahkan dokumen kontrak pembangunan satelit Palapa-E dengan Orbital Sciences  dari Amerika Serikat kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dokumen kontrak ini diminta oleh pemerintah sebagai satu persyaratan agar slot orbit 150,5 derajat bujur timur tetap milik Indosat. Perseroan telah menyerahkan dokumen berisi laporan penandatanganan dokumen kerja sama pembangunan satelit barunya, yakni  Palapa-E in Orbit Delivery Contract dengan Orbital Sciences, pada 27 November lalu. Perseroan berkomitmen untuk memenuhi persyaratan pemerintah untuk mempertahankan slot orbit 150,5 derajat BT. Komitmen tersebut berupa penandatanganan kontrak pembangunan dengan Orbital Science, sesuai dengan tenggat waktu yang diajukan pemerintah, yakni 4 Desember 2013.

Bad Week for ...

Bad Week for...
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), emiten pakan ternak, menganggarkan belanja modal 2014 sebesar Rp 1,2 triliun, turun 14% dibandingkan belanja modal tahun ini Rp 1,4 triliun. Dana belanja modal tahun depan akan diperoleh dari sisa hasil penerbitan global bond pada April 2013. Sebagian besar dana belanja modal tahun depan masih akan digunakan untuk mendukung usaha breeding farm yang menghasilkan day old chick (DOC), ekspansi pakan ternak, dan budidaya ikan. Perseroan akan mengalokasikan sisa dana hasil penerbitan global bond (senior notes) untuk belanja modal tahun depan. Pada 2 Mei 2013, perseroan melalui anak usaha Comfeed Finance BV telah menerbitkan surat utang 2018 (senior notes) senilai US$ 225 juta yang dicatatkan dan diperdagangkan di Singapore Exchange Securities Trading (DGX-ST) dengan kupon 6% dan berjangka waktu 5 tahun.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menargetkan pengguna Rekening Ponsel hingga akhir tahun sekitar 300 ribu orang dengan nilai transaksi Rp 5 triliun per bulan, menurut direksi. Target pengguna Rekening Ponsel ini lebih minim dibandingkan sebelumnya sebanyak 500 ribu nasabah dengan nilai transaksi Rp 9 triliun per bulan. Hingga Oktober 2013 jumlah pengguna Rekening Ponsel telah mencapai 250 ribu orang. Rekening Ponsel merupakan layanan terbaru yang memudahkan nasabah melakukan transaksi perbankan hanya dengan menggunakan nomor ponsel.  Layanan Rekening Ponsel ini baru dirilis perseroan pada awal tahun 2013.

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), emiten telekomunikasi, menargetkan meraih laba pada 2014. Untuk iru perseroan menyiapkan strategi bisnis layanan  berbasis code division multiple access (CDMA) ini. Perseroan akan terus meningkatkan layanan telekomunikasi, terutama data. Sebab dari 12,5 juta pelanggan Smartfren, ada enam juta adalah  pelanggan data. Perseroan juga mendorong peluang bisnis baru lain yang belum digarap supaya dapat menjadi sumber pendapatan lain. Berdasarkan kinerja kuartal III tahun ini, Smartfren mencatat pendapatan usaha Rp 1, 7 triliun, naik 57% dari periode sama tahun lalu.  Pertumbuhan pendapatan usaha ini  didorong kenaikan pendapatan data sebesar 62% atau setara Rp 1,3 triliun. Sisanya berasal dari pendapatan suara Rp 220 miliar, serta pesan singkat (SMS) Rp 110 miliar.

PT Darma Henwa Tbk (DEWA), emiten jasa pertambangan dan energi terintegrasi,
memangkas belanja modal (capital expenditure/capex) 2014 menjadi US$ 21 juta dibanding alokasi belanja modal tahun ini yang mencapai US$ 108,8 juta. Pada tahun depan Darma Henwa tidak akan mengajukan pinjaman baru terkait kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) yang mengerek suku bunga kredit. Perseroan
mengalokasikan 40-46% dari total belanja modal (capital expenditure/capex) 2014 yang mencapai US$ 21 juta untuk Proyek Batubara Bengalon. Perseroan juga tidak akan mengajukan pinjaman ke pihak manapun dalam waktu dekat. Pasalnya, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) memberatkan ekspansi.

PT United Tractors Tbk (UNTR), emiten alat berat terbesar dilihat dari kapitalisasi pasar, menyiapkan dana belanja modal untuk tahun depan sebesar US$ 350 juta, stagnan dibanding tahun ini. Sumber pendanaan sebagian besar berasal dari kas internal.
Belanja modal tahun depan rencananya digunakan untuk ekspansi PT Pama Persada Nusantara, anak usaha perseroan yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan serta keperluan replacement dan pembelian unit alat berat. Pelemahan harga komoditas yang diperkirakan masih terjadi di tahun depan menyebabkan perseroan harus berhati-hati mengeluarkan budjet ekspansi. Selain itu kondisi pelemahan harga komoditas juga dikhawatirkan berdampak terhadap penjualan unit alat berat. Dengan kondisi demikian, penjualan alat berat United Tractors pada tahun depan diperkirakan hanya tumbuh 7,14% menjadi 4.500 unit dibanding proyeksi penjualan hingga akhir 2013 sebesar 4.200 unit.

PT Indomobil Multi Jasa, anak usaha PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), perusahaan yang bergerak di bidang jasa pembiayaan konsumen dan persewaan kendaraan telah melakukan initial public offering (IPO). Menurut prospektus yang diterbitkan, dana yang diperoleh perseroan lebih minim dari rencana awal. Berdasarkan prospektus, Indomobil Multi Jasa telah melepas saham sebanyak 450 juta atau 10,4%. Jumlah saham yang dilepas perseroan ini lebih minim dari rencana awal sebanyak-banyaknya 25% atau 1,29 miliar saham. Harga saham IPO yang ditetapkan Indomobil Multi Jasa juga berada pada kisaran bawah.
Perusahaan menetapkan harga IPO sebesar Rp 500 per saham. Awalnya, perseroan menawarkan saham perdana perusahaan pada kisaran Rp 500 per saham hingga Rp 650 per saham.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.19  

0 komentar:

Poskan Komentar