Bizhub 52 Berburu Bangun Properti Pergudangan Di Balikpapan

 

MEDAN (Berita): Kota Balikpapan, Kalimantan Timur kini diincar para investor termasuk sektor properti karena perkembangannya yang berkembang sangat pesat belakangan ini.

Hal itu diungkapkan Zefanya Adinata Soetjahjo,  Head of Marketing PT Lima Dua Prosperindo (Bizhub 52)  kepada wartawan di Medan Selasa (25/2). Didampingi Sunarto, event organizer Golden Star Production, Zefanya Adinata mengatakan Kota Balikpapan kini surga bagi investasi terlebih setelah daerah itu tumbuh pesat investasi, terutama di tambang batubara. "Bizhub 52 melihat Balikpapan sebagai lokasi bagus untuk investasi properti khususnya pergudangan dan ruko," katanya.

Menurutnya akses ke Balikpapan cukup mudah dan murah. Bandara internasional Sepinggan termasuk terbesar ketiga setelah Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Ngurah Rai di Bali. Harga murah dengan 12 kali penerbangan dalam sehari contohnya dari Surabaya ke Balikpapan harga Rp900.000, tapi dari Balikpapan ke Surabaya hanya sekira Rp300.000-Rp400.000.

Bizhub 52 selaku pemain baru di sektor properti membidik potensi pesat ini dengan membangun 144 unit pergudangan industri dan 18 ruko di lahan seluas 9 hektar, lokasinya strategis Jalan Projakal km 5,5 merupakan persimpangan menghubungkan Balikpapan dan kawasan industri Kariangau.

Cukup 20 menit dari Bandara Sepinggan dan juga pelabuhan peti kemas Kariangau, 10 menit dari Balikpapan Baru. Pembangunannya terdiri dari 10 blok dengan sistem pengelompokan sehingga terjaga keamanannya selama 24 jam.

Selama ini gudang dan tempat tinggal dipisah sehingga malam hari harus pulang ke rumah yang akan menambah biaya lagi.   Ia menyebut kalau buka usaha harus punya gudang dan kantor baru malam hari di rumah sendiri. Jadi harus konsep WO-HO (Warehouse Office Home) with double -Heigh Lobby yakni gudang, ada kantor dan di atasnya lagi rumah.

Luas tanah 11×33 meter, lebar kantor  5 m, lebar pintu container 6 m. Sedangkan luas bangunan total  11,27 meter persegi yakni lantai 1-2 untuk gudang yang tingginya mencapai 7 meter, lantai 3 tinggi 6 m (seluas 100 meter persegi) untuk rumah.

Konsep 8-9 meter, lebar pintu masuk 34 m, keamanan 24 jam. Row atau jalan 18 m satu arah yg muat 3 mobil kontainer. Ada parkir truk. Sehingga nanti dapat ROI 50% per tahun. Jadi bagaimana bisa untuk  investasi dengan capaian ROI 50% per tahun.

Tiga pembangunan Blok A,B,C. Bizhub 52 fokus pameran launching warehouse tanggal 28 Pebruari 2014 di JW Mariot Medan,  untuk Medan dilepas tujuh unit saja. Tapi kalau permintaan berlebih akanb dijual juga, cuma Bizhub 52 ingin adanya pemerataan terlebih di daerah yang berdekatan dengan Balikpapan.

Bizhub juga tidak asal jual. Artinya pembelian gudang dan ruko harus ada aktivitas bisnis, jadi tidak berupa investasi saja. Kalau ada aktivitas, lokasi tersebut tetap ramai 24 jam dan kota tersebut menjadi hidup.

Ia menyebut komplek pergudangan ini cukup murah karena jika dihitung cicilan hanya Rp28 juta per bulan. Rental guarantee 8% atau bisa dicicil 60 kali yakni DP 12 kali dan sisanya 48 kali ditambah tur ke hongkong 3 hari dua malam.

Zefanya mengatakan harga pergudangan Rp4,5 miliar-Rp5 miliar dengan DP dicicil 18 kali. Untuk promo, rental guarantee bisa dipotong di depan. Jadi kalau DP Rp1,5 miliar dikurang rental guarantee Rp900 juta. Jadi cicilan Rp28 juta per bulan selesai  Agustus 2015 dan memiliki  aset seharga Rp5 miliar.

Menurut dia, Bizhub 52 melirik Medan, Makasar dan Bandung karena di Medan khususnya perkembangan kota ini cukup bagus berarti ada daya beli dilihat dari banyaknya yang beli apartemen di sini.    "Kematangan investor di Medan  cukup siap," katanya, seraya menyebut targetnya ekspat yakni asing.

Ia menambahkan bagi yang ingin berhubungan bisa kontak Zefanya sendiri di HP:
081217175252 dan email marketing@52prosperindo.com Konsumen juga bisa melihat Bizhub 52 melalui website: www.bizhub52.com.

Bizhub 52 sendiri didirikan dalam sistem cluster yang terjaga keamanannya, yang akan membantu perusahaan dalam meningkatkan bisnisnya. Bizhub 52 juga salah satu properti di Indonesia yang masuk 5 winning criteria (good timing, good location, valuation, passive oncome dan potential capital appereciation). (Wie)