PEKANBARU, GORIAU.COM - Legislator Kota Pekanbaru, Riau, mengharapkan aparat berwenang meninjau ulang perizinan karaoke keluarga karena belakangan ini sering disalahgunakan atau ada kalanya menjadi tempat tak senonoh.


''Polisi belakangan ini menangkap penguna narkoba di salah satu tempat karaoke,'' kata anggota DPRD Kota Pekanbaru Syamsul Bahri di Pekanbaru, Sabtu (15/2/2014).


Menurut dia, jadwal tutup tempat karaoke dengan dalih untuk keluarga kadang hingga pukul 03.00 WIB, tentunya sudah dianggap menyalahgunakan perizinan.


Dia mengatakan pihak terkait seperti petugas Badan Pelayanan Terpadu (BPT) yang memiliki wewenang perizinan harus melakukan pemantauan rutin dan jangan dibiarkan begitu saja.


Bahkan aparat Satpol PP juga tidak boleh berdiam diri tidak melakukan fungsi mengawasi peraturan daerah.


''Mana ada karaoke keluarga buka hingga diri hari, itu dianggap sudah melebihi batas dan tidak wajar,'' katanya.


Pihaknya juga mengharapkan ada perjanjian dengan pengusaha karaoke menyangkut jadwal buka dan tutup tempat usaha tersebut.


''Bila pengusaha menyalahi perjanjian tentu diberikan peringatan, jika masih juga membandel, maka izin jika perlu dicabut,'' ujar Syamsul.


Belakangan ini memang tumbuh subur tempat karaoke di Kota Pekanbaru seperti di Jalan Sudirman, Tuanku Tambusai, jalan Riau, Harapan Raya, Soekarno-Hatta dan jalan HR Soebrantas Siswanto.


Selain itu, ada juga tempat karaoke yang menyediakan pemandu lagu perempuan dengan mengunakan pakaian seronok.


Syamsul mengatakan pihaknya sering mendapatkan laporan tentang keberadaan karaoke dari warga yang kadang buka hingga larut malam, padahal tertulis untuk keluarga.


Sementara itu, Asisten I Sekretaris Daerah Pemkot Pekanbaru, M. Noer, mengatakan pihaknya berupaya untuk memantau keberadaan karaoke oleh aparat terkait.


M. Noer mengatakan selayaknya pengusaha dapat mematuhi aturan sesuai izin yang telah diperoleh. ''Bagi yang melanggar tentu ada sanksinya,'' pungkasnya. (ant)