“Tiga Politikus Demokrat Bertemu - Suara Karya”

Selasa, 18 Februari 2014

“Tiga Politikus Demokrat Bertemu - Suara Karya”


Tiga Politikus Demokrat Bertemu - Suara Karya

Posted: 18 Feb 2014 12:45 PM PST

SUAP SKK MIGAS
Tiga Politikus Demokrat Bertemu

Rabu, 19 Februari 2014

JAKARTA (Suara Karya): Pertemuan tiga politikus Partai Demokrat terkait dengan pusaran kasus suap di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terungkap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Hal itu terungkap saat politikus Partai Demokrat Tri Yulianto menjadi saksi untuk terdakwa kasus suap di SKK Migas, Rudi Rubiandini, kemarin.
Awalnya, hakim anggota Ugo bertanya tentang pertemuan antara Tri dan Ketua Komisi VII DPR yang juga Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana dan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Jhonny Allen Marbun di Rumah Makan Ayam Goreng Ny Suharti, Cibubur, Jakarta, pada 27 Juli 2013. Pertemuan itu terjadi satu hari setelah Rudi Rubiandini memberikan uang kepada Tri Yulianto di Toko Buah All Fresh Pancoran, Jakarta.
Menjawab pertanyaan Ugo, Tri membenarkan ihwal pertemuan itu. Namun, dia membantah bahwa itu dalam rangka bagi-bagi uang yang diberikan Rudi.
Tri menjelaskan bahwa pertemuan itu dilakukan secara kebetulan usai menghadiri acara buka puasa di kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Kabupaten Bogor. Tujuannya menunggu lalu lintas di kawasan itu tidak macet lagi.
"Tidak membagikan-bagikan sesuatu? Saudara sudah disumpah, ya!" kata Ugo mendesak Tri untuk berkata jujur. Tri tetap bergeming. Tetapi, setelah hakim mendesak lagi, Tri mengubah pernyataan.
Menurut dia, pertemuan itu bukan sekadar kebetulan dalam rangka menunggu kemacetan lalu lintas mencair, melainkan sudah direncanakan bersama Sutan Bhatoegana.
"Tadinya (pertemuan akan dilakukan) di restoran Padang, tetapi penuh. Karena Rumah Makan Suharti kosong, ya di situlah (pertemuan dilangsungkan)," ujar Tri.
Dia juga membantah telah menerima uang dari Rudi di Toko Buah All Fresh. Bahkan saat Rudi diberi kesempatan menanggapi kesaksiannya, Tri tetap membantah--bahkan sampai tiga kali.
"Apakah ingat saya memberikan tas ransel hitam kepada Saudara di Toko Buah All Fresh, Gatot Subroto?" kata Rudi.
Tri menampik dengan tegas. Begitu juga saat ketua majelis hakim mengulang pertanyaan.
Rudi mengingatkan, saat bertemu Tri di toko buah itu, dia menyatakan agar tas ransel hitam disampaikan kepada Sutan. "Pak Tri Yulianto saat itu bilang terima kasih," kata Rudi.
Ihwal pemberian uang itu dibenarkan mantan sopir Rudi Rubiandini, Asep Toni, yang dihadirkan di persidangan. Asep mengaku mengantar Rudi ke Bandung pada 26 Juli 2013. Dalam perjalanan, Rudi minta mobil berhenti di sebuah toko buah di kawasan Pancoran, Jakarta.
"Setelah sampai di sana, Pak Rudi turun dari mobil sambil membawa sebuah ransel warna hitam," kata Asep.
Meski begitu, Asep mengaku tidak tahu isi ransel itu. Dia ingat, saat kembali ke mobil, Rudi sudah tidak membawa lagi ransel. Asep juga mengaku tidak mengetahui ada pertemuan di toko buah itu.
"Saya tidak lihat karena setelah Pak Rudi turun mobil, saya membersihkan kaca mobil. Saya tidak tahu Pak Rudi bertemu dengan siapa," ujar Asep.
Dalam surat dakwaan atas nama Rudi, jaksa penuntut umum menyatakan Sutan selaku Ketua Komisi VII DPR menerima 200 ribu dolar AS. Uang itu merupakan bagian dari 300 ribu dolar AS yang diterima Rudi dari bos Kernel Oil Singapura, Widodo Ratanachaitong.
Sementara itu, kemarin penyidik KPK memeriksa Irjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Mochtar Husein. Usai memberikan keterangan kepada penyidik, Mochtar mengaku banyak ditanya perihal keterlibatan Sutan Bhatoegana dalam kasus suap SKK Migas. "Saya bilang nggak kenal (Sutan)," kata Mochtar.
Dia mengaku hanya bertemu anggota DPR ketika rapat-rapat di Senayan. Di luar itu, dia tidak pernah bertemu sama sekali, termasuk dengan anggota Komisi VII DPR yang merupakan mitra kerja Kementerian ESDM.
Keterangan Mochtar itu untuk melengkapi berkas perkara atas nama Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karyo. (Nefan Kristiono)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.14  

0 komentar:

Poskan Komentar