“Ini Dasar KPPU Duga AP I Monopoli Ground Handling di Ngurah Rai - Liputan6.com”

Selasa, 08 April 2014

“Ini Dasar KPPU Duga AP I Monopoli Ground Handling di Ngurah Rai - Liputan6.com”


Ini Dasar KPPU Duga AP I Monopoli Ground Handling di Ngurah Rai - Liputan6.com

Posted: 08 Apr 2014 02:02 AM PDT

Liputan6.com, Jakarta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akhirnya buka suara tentang dugaan monopoli pengelolaan ground handling khusus pesawat carter di Bandara Ngurah Rai, Denpasar Bali yang dilakukan PT Angkasa Pura I (Persero).

Pihaknya mengendus bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini memasang tarif tinggi untuk jasa ground handling tersebut.

Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerja Sama KPPU, Mohammad Reza membenarkan pemanggilan Sekretaris Jenderal (Sekjen) INACA,  Tengku Burhanudin pada Senin (7/4/2014) kemarin ke kantor KPPU terkait monopoli pengelolaan ground handling di Bandara Ngurah Rai.

Dia menyebut, dugaan tersebut datang dari KPPU setempat sekitar satu bulan lalu.

"Ya memang benar kemarin kami panggil Sekjen INACA sebagai saksi untuk memperoleh keterangan terkait kasus ini. Itu adalah pemanggilan awal, karena dugaan monopoli datang dari KPPU Bandara Ngurah Rai," ungkap dia saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Selasa (8/4/2014).

Lebih jauh Reza mengaku, KPPU mengindikasikan monopoli AP I terkait bisnis ground handling khusus pesawat carter di bandara tersebut. Selain itu, perusahaan pelat merah ini juga mematok tarif mahal untuk jasa tersebut.

"Keluhan dari pelaku usaha menyebut kan perusahaan jasa ground handling di sana banyak, tapi kenapa yang ditunjuk cuma satu. Harganya pelayanan ground handling pesawat carter lebih mahal dari pesawat biasanya. Makanya kami akan melakukan penyelidikan," jelas dia.

Menurut dia, pihaknya akan kembali memanggil saksi lain sebagai bagian dari proses penyelidikan dalam waktu dekat. Namun Reza belum bersedia memberikan kepastian waktu pemanggilan narasumber lain.

"Pihak-pihak terkait, seperti konsumen pesawat carter, perusahaan ground handling, AP I dan otoritas bandara," cetusnya.

(nurmayanti)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 14.52  

0 komentar:

Poskan Komentar