“Kemendag Buka Pasar Makanan dan Minuman di Kanada - Metro TV News”

Kamis, 03 April 2014

“Kemendag Buka Pasar Makanan dan Minuman di Kanada - Metro TV News”


Kemendag Buka Pasar Makanan dan Minuman di Kanada - Metro TV News

Posted: 03 Apr 2014 11:40 AM PDT

Husen Miftahudin - 04 April 2014 01:17 wib
ANT/Adi Lazuardi

ANT/Adi Lazuardi

Metrotvnews.com, Montreal: Kementerian Perdagangan melalui Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi mengungkapkan bahwa partisipasi Indonesia dalam pameran Salon International de L'amentation (SIAL) Canada 2014 yang berlangsung pada 2-4 April 2014, di Montreal, Kanada merupakan bentuk fasilitasi Kemendag bagi para pengusaha Indonesia dalam rangka membuka pasar, memberi pengalaman, serta menaikkan profil industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia di pasar Internasional.

"Keikutsertaan Indonesia dalam pameran mamin dikarenakan Indonesia ingin menjadi mitra dunia dalam hal penyediaan makanan," ucap Bayu dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com di Jakarta, Kamis (3/4/2014).

SlAL Canada merupakan salah satu pameran mamin terbesar di kawasan Amerika Utara dengan jumlah buyers rata-rata 14.000 orang yang berasal dari 61 negara.

Menurutnya, keberadaan produk mamin Indonesia dapat ditemui di pedagang eceran khusus, toko, atau pusat perbelanjaan makanan Asia di Kanada. "Mamin asal Indonesia umumnya tidak dikenal mereknya. Namun, bahan makanan asal Indonesia seperti kerupuk dan bawang goreng mengalami peningkatan permintaan dari restoran Thailand, Tiongkok, Malaysia, dan Vietnam," paparnya.

Ia melanjutkan, konsumen mamin dan kuliner Indonesia di Kanada adalah masyarakat Kanada yang pernah tinggal, berkunjung, bertugas, dan atau bekerja di Indonesia; masyarakat Kanada asal Indonesia baik asli maupun komunitas keturunan Belanda kelahiran Indonesia yang sudah menjadi warga atau penduduk Kanada; serta masyarakat dan atau penduduk Kanada yang sudah mengenal dan konsumen masakan Asia Timur (Korea, Jepang), Thailand, Vietnam.

"Peluang meningkatkan ekspor Indonesia melalui pembukaan restoran Indonesia di Kanada sangat terbuka dan dapat memberikan keuntungan dan manfaat strategis untuk investasi, promosi diplomasi budaya Indonesia, dan pariwisata Indonesia," ujar Bayu.

Keunggulan cita rasa kuliner Indonesia dalam kesan masyarakat Kanada yang sudah mengenal Indonesia adalah kekhasan mild, tidak terlalu asam seperti halnya masakan Thailand dan Korea, tidak terlalu spicy seperti masakan India dan Asia Tengah, serta keunikan tropis lainnya.

Selain hal tersebut, Kemendag Melalui Dirjen PEN (Ppengembangan Ekspor Nasional), Nus Nuzulia Ishak juga melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding/nota kesepahaman) dengan Direktur Eksekutif Trade Facilitation Office (TFO) of Canada, Brian Mitchell yang meliputi seluruh aspek dalam rangka upaya peningkatan ekspor seperti pengembangan sumber daya manusia, pengembangan produk, serta pengembangan informasi dan pasar.

"Dengan ditandatanganinya MoU, Usaha Kecil Menegah (UKM) Indonesia dapat memperoleh informasi yang komprehensif mengenai pasar Kanada dan kesempatan melakukan promosi di Kanada, serta berinteraksi dengan buyers Kanada yang diorganisir kedatangannya ke Indonesia oleh TFO," ucap Bayu.

Wamendag berharap agar implementasi MoU dapat segera dilaksanakan sehingga para pengusaha Indonesia dapat memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari kerja sama ini. "Ini bukan hanya tentang penandatanganan MoU, melainkan tindakan yang dilakukan setelahnya," tutup Bayu.
 

(Jco)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.43  

0 komentar:

Poskan Komentar