“Inovasi Kuliner (Makanan) - Waralaba, Bisnis Franchise, Peluang ...”

Kamis, 15 Mei 2014

“Inovasi Kuliner (Makanan) - Waralaba, Bisnis Franchise, Peluang ...”


Inovasi Kuliner (Makanan) - Waralaba, Bisnis Franchise, Peluang ...

Posted: 15 May 2014 06:14 AM PDT

Inovasi Kuliner (Makanan) Jepang dengan Resep Halal Milik Teuku Wisnu

Jakarta – Seorang Aktor sinetron terkenal, Yakni Teuku Wisnu yang juga owner usaha kuliner (makanan) Jepang Sushi Miyabi, membeber tips-tips dalam menjalankan usaha utamanya di bidang Kuliner. Teuku wisnu merintis usaha Sushi Miyabi sejak 3 tahun lalu tepatnya 6 juni 2011.

Wisnu mengatakan bahwa selama ini orang mengenalnya sebagai seorang aktor sinetron bukan seorang pengusaha. Ibarat iya merintis upaya untuk jadi artis itu sama dengan membuka usaha kulinernya, dimana ada proses panjang gagal, gagal, gagal dan akhirnya berhasil.

"Saya itu orangnya awalnya takut bicara di hadapan orang, gugup omong di hadapan orang banyak, jadi seleksi casting selalu gagal, gagal, dari sini saya belajar sehingga yang akirnya saya bisa menjadi aktor," Wisnu menjelaskan proses awalnya dirinya jadi artis sinetron.

Terkait usaha kulinernya, Wisnu membuka cerita kenapa awal pertama kenapa usahanya diberi nama "shusi miyabi", itu tidak sekedar menjiplak ketenaran miyabi, tetapi Miyabi itu konotasinya tidak negatif artinya dalam bahasa jepang adalah sesuatu yang berbau baik, megah, elegan,

"Saat memulai usaha, kita menentukan Jenis apa makanan yang akan kita buat? Karena saya suka shusi maka kita pakai bisnis shusi", ungkap Wisnu dihadapan ribuan peserta PW TDA.

"Kita ingin membawa restoran shusi miyabi terkenal, itu impian kami", tambah Wisnu.

"Saat itu, Sushi Miyabi konsep terbuka yang tantangannya adalah cuaca..hujan..muat 50-70 orang. Akhirnya kita buka cabang 2..muat 100 orang, buka 3 muat 300 2 lantai dan seterusnya hingga 7 cabang, Outlet kebayoran yang pertama kali, kita rehab muat lebih besar. Ketika sushi masih kecil, tumbuh, artinya kita punya impian di situ".

Wisnu memberikan pertanyaan, yakni kira kira kepikir gak saat makan sushi HALAL ? karena ini adalah masakan jepang yang pada umumnya orang mengetahui ada bahan-bahan yang tidak halal bagi orang muslim. Dari sini, wisnu bersama partnernya mencoba berinovasi dengan membuat bumbu yang halal pada produk sushi miliknya.

"Alhamdulilllah setelah melalui proses panjang kita mendapat sertifikat halal. Ternyata kebanyakan rata rata di suhsi itu ada resep tidak halal, oleh karena itu banyak bumbu yang kita sortir sesuai yang diseleksi MUI, sehingga akhirnya semua bumbu yang kita pakai adalah bumbu halal", papar Wisnu.

Setelah 2014, Wisnu mengatakan bahwa pihaknya tidak buka cabang, karena dirinya sedang fokus pada menata management sushi miyabi. Setelah semua tertata baik managemennya nanti baru kemungkinan akan membuka cabang lagi. (Hartono)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.45  

0 komentar:

Poskan Komentar