“Persaingan Sengit, Wirausaha Alat Listrik Mall Kenari - Harian Terbit”

Selasa, 06 Mei 2014

“Persaingan Sengit, Wirausaha Alat Listrik Mall Kenari - Harian Terbit”


Persaingan Sengit, Wirausaha Alat Listrik Mall Kenari - Harian Terbit

Posted: 06 May 2014 08:24 AM PDT

Persaingan Sengit, Wirausaha Alat Listrik Mall Kenari

Harian Terbit/Barliana

Jakarta, HanTer - Membuka usaha toko alat-alat listrik di Kenari Mas merupakan usaha yang tidak mengenal musim. Ada saja selalu pembeli mulai dari pedagang, pengecer maupun pemeganng proyek-proyek pembangunan perumahan di Jakarta dan sekitarnya. Sudah bukan rahasia lagi, Mall Kenari merupakan pusat penjualan alat listrik terlengkap dan termurah untuk di daerah Jakarta dan sekitarnya.

Meski begitu, persaingan usaha disini dirasakan oleh para pemilik toko alat-alat listrik menjadi sangat sengit. Mereka bersaing mendapatkan pelanggan yang ingin membeli untuk partai besar.

Siska (51) pemilik toko Jasindo Electric Peratama (JEP), meski sudah lebih dari lima tahun ia merintis berjualan alat-alat listrik di Mall Kenari lantai 2 blok D, namun ia mengaku persaingan perdagangan cenderung tidak sehat. Terkadang ia harus rela melepas pelanggan, lantaran ada toko lainnya yang bisa menjual dibawah harga modalnya.

"(Persaingan dagang) ketat banget ngga sehat. Untungnya juga tidak besar, untuk satu rol kabel (50 m) untungnya hanya seribu rupiah," kata Siska kepada Harian Terbit, Selasa(6/5).

Pertama kali memulai usahanya ia memang menggelontorkan modal cukup besar, sekitar Rp 300 Juta untuk melengkapi barang dagangannya mulai dari kabel-kabel rol, saklar, lampu dan keperluan lainnya untuk pemasangan instalasi listrik.

Namun Siska mengaku memang jualanya tidak mengenal musim, setiap bulannya ada saja ia menjual untuk proyek pembuatan instlasi rumah atau gedung yang nilainya cukup tinggi untuk sekali transaksi.

"Omset memang tidak menentu, semakin tinggi kalau ada proyek untuk pemasangan isntalasi belanja ke kita. Itu minimal sekali belanja bisa Rp 10 juta," katanya.

Untuk memenuhi alat-alat listrik yang dijualnya, Siska mengaku tidak terlalu repot. Kebanyak sales sudah datang sendiri ke tokonya untuk menawarkan stok barang apa saja yang ingin ditambah. Biasanya ia belanja instlasi seminggu sekali, sebesar Rp 10 juta keatas sekali belanja, bergantung dari kebutuhan. Bahkan untuk merk dagang Philip sudah ada agen distributornya langsung yang buka di Mal Kenari, khusus melayani pedagang sehingga memudahkannya untuk belanja.

Senada dengan Sisca, Febi (30) karyawati toko listrik Sinar Jaya di lantai 1 mengaku penjualan alat-alat listrik di tokonya tidak mengenal musim. Menurutnya selama masih ada orang-orang di Jakarta dan sekitarnya yang membangun rumah, maka tokonya ada saja melayani penjualan alat-alat listrik.

Febi mengaku tokonya yang sudah berdiri sejak 2006 ini memang sudah memiliki banyak pelanggan, dan 8 cabang.  Omset penjualan tokonya dalam sehari pun cukup besar, dapat merauk hingga puluhan juta rupiah. Namun, system pembayaran di tokonya memberikan kemudahan dengan memberikan jangka waktu hingga dua minggu untuk pelunasan atau pembayaran dengan giro.

"Omset kalau di satu toko ini ga tentu ya, sehari paliang tidak Rp 10 juta itu yang pembayaran tunai. Tapi disini juga menerima giro atau pembayaran DP (down payment) dan dilunasi dalam dua minggu. Karena kalau untuk langganan sekali belanja mereka bisa sampai Rp 50 atau Rp 60 juta keatas," katanya.

Untuk harga Febi mengaku sangat bersaing dengan toko-toko lainnya. Hal ini untuk memertahankan pelanggan agar tetap setia membeli peralatan listrik di tokonya. Lagipula, untuk beberapa alat listrik mereka berasal dari satu distributor sehingga tidak bisa bermain harga terlalu mahal atau terlalu murah.

"Kita barang kebanyakan satu distributor dengan yang lainnya, jadi ketahuan kan modalnya. Makanya kita juga ga berani ambil untung besar," katanya.

(Barliana)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.30  

0 komentar:

Poskan Komentar