“Usaha Warteg, Warmo Tebet Omset Rp5 Juta per Hari - Harian Terbit”

Minggu, 11 Mei 2014

“Usaha Warteg, Warmo Tebet Omset Rp5 Juta per Hari - Harian Terbit”


Usaha Warteg, Warmo Tebet Omset Rp5 Juta per Hari - Harian Terbit

Posted: 11 May 2014 11:12 AM PDT

Usaha Warteg, Warmo Tebet Omset Rp5 Juta per Hari

Harian Terbit/Barliana

Jakarta, HanTer - Wirausaha warung nasi Tegal alias warteg, merupakan alternatif tempat makan bagi berbagai kalangan, menu rumahan yang beragam dan siap saji ini dijual rata-rata dengan harga yang terjangkau. Kini perkembangan wirausaha warteg semakin menjamur dan merajai hampir di setiap pelosok daerah di Jakarta dan sekitarnya.

Salah satu yang paling tersohor diantara ribuan warteg yang ada di Jakarta adalah warteg Warmo di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Warmo yang berdiri sejak 1969 ini buka ful 24 jam, dengan jumlah pengunjung ratusan setiap harinya  mulai dari supir angkot, karyawati, sampai sederet selebritas dan tokoh politisi menjadi pelanggan warung ini.

"Banyak yang menjuluki Warmo ini warung artis, karena memang banyak artis yang datang  makan disini. Anggota DPR juga ada yang suka makan disini, Eko Patrio, Effendi Simbolon. Bahkan Jokowi sering mampir, Wiranto dan Dahlan Iskan juga pernah mampir," kata Toriqin (46), putra bapak Warmo.

Toriqin mengakui jumlah pengunjung yang datang ke warungnya cukup ramai, padahal bukan tidak sedikit saingan warteg di sekitarnya. Untuk memenuhi rasa lapar para pelangganya, dalam sehari, ia pun menghabiskan paling sedikit dua karung beras berukuran masing-masing 50 Kg.

Untuk jenis makanan yang disajikan kurang lebih ada sekitar 75 jenis masakan, mulai  dari gulai nangka, sayur sop, ayam goreng, telur asin, rempeyek udang, sayur bening, sayur santan, cumi, jengkol, aneka masakan daging dan ikan, goreng-gorengan, dan yang paling favorit adalah telor dadar.

Menurut Toriqin soal rasa masakan, ia menggunakan bumbu yang tidak berbeda dengan warteg pada umumnya. Namun untuk menjaga kepercayaan pelanggan, ia selalu menjaga kualitas dengan menghidangkan masakan yang baru, bukan masakan yang dihangatkan karena tidak habis. selain itu dengan dibantu oleh para pegawainya, ia mengutamakan pelayanan yang cepat.

"Kalau soal rasa kita sama saja, tidak ada bumbu khusus. tapi kita selalu menyajikan makanan fresh, bukan yang hasil dihangatkan atau masakan kemarin. Pelayanan kita juga cepat, karena kalau orang lapar kan maunya serba cepat," katanya.

Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 4 ribu untuk nasi putih, Rp 7 ribu untuk ikan atau Rp 11 ribu bagi yang memilih menu daging. Ramai penjualannya pun memberikan pundi-pundi penghasilan yang cukup lumayan. Meskipun ia enggan memberitahukan jumlah pastinya, namun ia tidak mengelak dalam satu hari dapat menghasilkan sekitar Rp 5 juta keatas.

Kini usaha wartegnya sudah semakin berkembang, cabang wartegnya kini telah ada di daerah Kelapa Gading, Rawa Belong dan Cikini.

"Cabang sudah ada, tapi namanya bukan Warmo. Soalnya yang pegang kan anak buah, takutnya pelayananya tidak sama dengan disini, jadi merusak nama Warmo," katanya. 

(Barliana)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 14.18  

0 komentar:

Poskan Komentar