“Di Ciamis, Usaha Kuliner Berbuka Puasa Laris Manis - Harapan Rakyat Online”

Rabu, 23 Juli 2014

“Di Ciamis, Usaha Kuliner Berbuka Puasa Laris Manis - Harapan Rakyat Online”


Di Ciamis, Usaha Kuliner Berbuka Puasa Laris Manis - Harapan Rakyat Online

Posted: 22 Jul 2014 11:22 PM PDT

?????????????

Ani Rohyani saat menyiapkan es campur pesanan konsumen. Photo : Andri S Hamara/ HR

Purwadadi, (harapanrakyat.com),-

Penjual kuliner buka puasa diburu ibu-ibu rumah tangga. Di wilayah Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, puluhan pedagang kuliner buka puasa bermunculan.

Hebatnya, para pedagang makanan itu selalu diburu pembeli. Pedagang kuliner buka puasa juga mudah dijumpai di wilayah kecamatan lainnya. Para pedagang ini menjual aneka kolak, es buah, es kelapa muda, es tebu, es campur, es belewah dan lain-lain yang harganya terjangkau.

Salah seorang penjual es campur dan es buah, Ani Rohyani, Minggu (6/7/2014), mengatakan, menjual makanan untuk berbuka puasa memang cepat laku. Soalnya, banyak pembeli datang dari semua penjuru desa yang ingin berburu makanan berbuka.

"Pembelinya dari mana saja, mereka (pembeli) sudah tahu kemana kalau ingin kuliner untuk berbuka," katanya.

Di Bulan puasa, segala jenis makanan yang disajikan pada saat berbuka atau biasa disebut dengan takjil selalu menjadi incaran. Berbagai jenis makanan, seperti risol, bakwan, tempe goreng, tahu goreng, pisang goreng, kroket, pastel, martabak, asinan, kolak, dan bubur sum-sum menjadi incaran orang-orang yang ingin berbuka puasa.

Tidak hanya makanan kecil saja yang berani dijajakan, tetapi juga makanan berat, seperti ayam goreng, pepesan tahu, pepesan ikan, gudeg, daging serundeng, sayur singkong, telur balado, orek tempe, sampai mie goreng juga disajikan para penjual dadakan.

Fenomena bulan puasa di setiap tahun memang selalu mengejutkan masyarakat dengan banyaknya para penjual dadakan mulai dari yang menggelar meja di depan rumah sampai membuka lapak di sekitar lahan yang strategis, sehingga terkadang membuat kemacetan jalan yang dipenuhi orang-orang yang sedang ngabuburit  mencari bukaan puasa.

Larisnya dagangan makanan berbuka puasa tersebut menjadi incaran karena harga yang ditawarkan pada berbagai jenis makanan tersebut masih dapat terjangkau masyarakat, mulai dari Rp 500-15.000 tergantung pada jenis makanannya.

Berdasarkan pengakuan dari beberapa para penjual makanan, terutama yang mendadak baru berjualan di bulan puasa, mereka bisa mengambil keuntungan dua kali lipat atau lebih. Kebanyakan para penjual adalah ibu-ibu yang langsung turun tangan memasak sekaligus berjualan. (Andri/Koran-HR)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.19  

0 komentar:

Poskan Komentar