“Mudik, Outlet Pukis Libur Satu Minggu - Kedaulatan Rakyat”

Minggu, 27 Juli 2014

“Mudik, Outlet Pukis Libur Satu Minggu - Kedaulatan Rakyat”


Mudik, Outlet Pukis Libur Satu Minggu - Kedaulatan Rakyat

Posted: 27 Jul 2014 11:16 AM PDT

TOSIR warga Sidomoyo, Godean, Sleman dikenal sebagai juragan kue pukis. Lelaki kelahiran Kebumen ini pernah ikut juragan pembuat pukis, lalu dalam perjalanannya sekitar tujuh tahun lalu mampu mandiri membuka usaha pembuatan pukis di Yogyakarta.

"Awalnya saya hanya berjualan di pasar tradisional seperti Demangan. Jatuh bangun menjalankan usaha pernah saya rasakan," ungkap Tosir, Minggu (27/07/2014).

Suatu saat, suami dari Warsini ini membuat gebrakan berjualan pukis dengan menyewa outlet di sejumlah toko, swalayan dan pusat perbelanjaan. Gebrakannya banyak membuahkan hasil, sehingga sekarang sudah mempunyai 10 outlet. Biaya sewa setiap outlet antara Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta perbulan.

Setiap outlet, ada satu gerobak pukis dan biaya pembuatan satu gerobak sekitar Rp 2 juta. Selain itu setiap satu gerobak ditunggu satu karyawan."Sejak hari ini semua outlet sudah tutup. Bisa buka direncanakan setelah satu minggu lagi," jelas Tosir yang juga akan menengok sanak saudara di Kebumen.

Diungkap Tosir, setiap hari dia membutuhkan bahan baku satu setengah karung tepung terigu kualitas bagus untuk membuat pukis. Bahan lainnya seperti gula, telur, margarin dan perasa makanan. Semua dibuat adonan dahulu di rumah lalu didistribusikan ke setiap outlet. Sehingga karyawan outlet tinggal memberi perasa sesuai keinginan pembeli dan memanggang.

Rasa kue pukis di tempatnya seperti pandan, kacang, meses dan keju. "Satu outlet rata-rata bisa menghabiskan 200 pukis setiap hari. Harga pukis sekarang ini Rp 2.000 perbiji," papar Tosir. (Yan)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.08  

0 komentar:

Poskan Komentar