“Elza Syarief Optimistis Dalil Pemohon Dikabulkan MK - BeritaSatu”

Senin, 18 Agustus 2014

“Elza Syarief Optimistis Dalil Pemohon Dikabulkan MK - BeritaSatu”


Elza Syarief Optimistis Dalil Pemohon Dikabulkan MK - BeritaSatu

Posted: 18 Aug 2014 01:34 AM PDT

Jakarta – Kuasa hukum Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Elza Syarief, mengaku optimistis bahwa dalil kliennya akan dikabulkan Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, bukti-bukti dan saksi dari pihak pemohon, pihak termohon yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pihak terkait (Joko Widodo-Jusuf Kalla) menunjukkan terjadi pelanggaran pemilu presiden yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif sehingga perlu dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).

"Melihat bukti-bukti, saksi-saksi baik dari kami maupun pihak termohon, dan terkait, saya sangat yakin 100 persen bahwa pembuktian kami terhadap kecurangan yang dahsyat ini sangat baik dan tidak terbantahkan," tegas Syarief di MK, Senin (18/8).

Menurutnya, perolehan suara dalam pilpres 2014 banyak berasal dari Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) yang ilegal.

"Otomatis penambahan suara-suara yang ilegal ini menjadikan hasil akhir dari perolehan suara menjadi cacat hukum dan batal demi hukum sehingga harus diulang," katanya.

Elza menilai ada upaya untuk memobilisasi pemilih melalui DPK dan DPKTb untuk memenangkan pihak tertentu. Upaya mobilisasi ini, lanjutnya, semakin mudah dilakukan karena sistem pengamanan kertas suara tidak dibuat sesuai dengan aturan.

"Kalau berdasarkan aturan hologram dan mikroteknya (kertas) sudah dicetak jadi satu. Ternyata bisa dilihat, itu terlepas, mikroteknya beda dengan hologramnya sehingga sewaktu-waktu bisa diubah," tuturnya.

Selain itu, menurut Elza pencetakan kertas suara cadangan juga berlebihan. "Kertas suara cadangan kan cuma 2 persen, faktanya kita dapati ada kelebihan. Kelebihannya kalau menurut penelitian kita ada sekitar hampir 200-an ribu kertas suara. Saya lupa jumlah pastinya," paparnya.

Terkait perintah buka suara oleh KPU ke KPU daerah, Elza menilai ada usaha untuk menghilang barang bukti. Dia menyebutkan dokumen kotak suara di lima kelurahan di Menteng, Jakarta Pusat sudah dihilangkan.

"Ada kesaksian yg memusnahkan barang bukti dari dokumen di kotak suara seperti yang terjadi di Menteng di mana bukti dikotak suara sudah hilang semua," katanya.

Elza juga menyebutkan adanya keterlibatan penyelenggara pemilu dalam poncoblosan seperti yang terjadi di Nias Selatan, Papua, Jatim dan daerah lainnya. Menurutnya Elza, tindakan KPU seperti itu merupakan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang.

"Semuanya (tindakan KPU) membuat Pilpres jadi cacat hukum dan harus dibatalkan serta dilakukan PSU," pungkasnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.40  

0 komentar:

Poskan Komentar