“Rahman Gelapkan Uang Perusahaan untuk Modal Usaha - Poskotanews”

Kamis, 18 September 2014

“Rahman Gelapkan Uang Perusahaan untuk Modal Usaha - Poskotanews”


Rahman Gelapkan Uang Perusahaan untuk Modal Usaha - Poskotanews

Posted: 18 Sep 2014 05:00 AM PDT

Kamis, 18 September 2014 17:35:01 WIB

Rahman pelaku 372 dan 378 Beji

DEPOK (Pos Kota) – Seorang pegawai toko garmen diamankan aparat kepolisian Polsek Beji di kediamannya Kp.Rawa Rt 07/16 Kel.Pondok Pucung Kec.Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, Kamis (18/9), atas tuduhan penipuan dan penggelapan uang perusahaan.

Pelaku Rahman Bin Ali Kosim, 29, bekerja sebagai pegawai toko garmen di CV. Saranaa Karya Mandiri bilangan Kukusan Beji ditangkap atas laporan atasannya karena telah menggelapkan hasil jualan kantor selama setahun.

"Pihak perusahan merugi Rp. 285 juta. Karena itu anggota langsung meringkus pelaku ditempat persembunyiannya di daerah Pondok Aren, Tangerang Selatan, tanpa perlawanan," ujar Kapolsek Beji Kompol Ni Gusti Ayu didampingi Kanit Reskrim Beji AKP Syah Johan kepada Pos Kota.

Keberadaan pelaku diketahui berdasarkan pemeriksaan sejumlah saksi oleh petugas yang mengetahui keberadaan tempat rumah kontrakan pelaku. "Laporan korban pada tanggal 17 Juli 2014 lalu. Baru kini kita baru dapat meringkus setelah tahu lokasi persembunyiannya," katanya.

Dari tangan pelaku, lanjut Kapolsek, anggota menyita sejumlah barang bukti hasil penggelapan pelaku berupa kwitansi fiktif yang dilaporkan ke perusahaan.

"Alat bukti yang kami sita beruta satu lembar surat pernyataan berisi pengakuan pelaku tidak menyetorkan uang tagihan sebesar Rp. 241.664.404, lima lembar hasil audit rekapan tagihan pelaku, 16 lembar invoice dan delapan lembar nota," ungkapnya.

MODAL USAHA

Dalam pemeriksaan, pelaku yang sudah berkeluarga ini mengatakan dirinya nekad berani menggelapkan dana penjualan pakaian dari kantornya untuk modal usaha.

"Saya ingin buka usaha toko pakaian juga. Dari pendapatan gaji perbulan tidak mencukupi hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari," ujar pelaku dalam sel penjara.

Dengan demikian atas perbuatan yang telah dilakukan pelaku, dikenakan pasal 378 dan 372 KUHP atas penipuan dan penggelapan diancam hukuman diatas 5 tahun penjara.

"Sekarang pelaku sudah dalam tahanan Polsek Beji," tambah Kapolsek. (Angga/d)

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
Scottish readers: Undecided about the referendum? Please read How the media shafted the people of Scotland and Scottish Independence, Power And Propaganda.

Diposkan oleh iwan di 13.07  

0 komentar:

Poskan Komentar