“usaha kecil lewat mal peti kemas? - BBCIndonesia.com”

Kamis, 25 September 2014

“usaha kecil lewat mal peti kemas? - BBCIndonesia.com”


usaha kecil lewat mal peti kemas? - BBCIndonesia.com

Posted: 25 Sep 2014 07:58 AM PDT

  • 25 September 2014
boxpark
Boxpark di kawasan Shoreditch, London timur, menampung sekitar 40 ritel.

Penggagas 'mal peti kemas pertama di dunia', Boxpark, di London, Roger Wade, mengatakan konsep mal sementara yang ditujukan untuk membantu usaha kecil independen segera dibangun di negara-negara lain.

Boxpark, mal yang dibangun dari peti kemas bekas yang sebelumnya digunakan untuk kapal, dibuka di Shoreditch, London, tak lama sebelum Olimpiade di buka dua tahun lalu.

Mal sementara dua tingkat ini terdiri dari sekitar 40 ritel, dengan produk termasuk baju, sepatu, perhiasan dan juga restoran.

Roger Wade mengatakan konsep mal sementara ini telah siap diperluas jaringannya ke berbagai kota di seluruh penjuru dunia.

"Kami tengah berunding untuk mengembangkan mal seperti ini di tempat lain di London dan juga di luar London serta beberapa di luar Inggris termasuk Paris, Berlin, New York, San Francisco dan masih ada lagi tawaran dari seluruh dunia untuk bermitra mendirikan mal dengan konsep ini, " kata Wade kepada wartawan BBC Indonesia, Endang Nurdin.

Sempat kesulitan

Ia mengatakan dalam tahun pertama pengembangan konsep mal sementara, ia sempat kehilangan 30% pelanggan mal.

Namun memasuki tahun ketiga, model konsep ini siap dikembangkan di negara-negara lain khususnya untuk membuka peluang kepada usaha kecil independen.

Roger Wade
Roger Wade mengatakan konsep mal sementara ini ramah lingkungan.

"Boxpark menciptakan konsep dengan banyak usaha kecil independen...Saya tidak percaya dengan konsep bahwa usaha kecil akan mati oleh toko-toko besar karena selalu ada peluang untuk toko-toko kecil ini," kata Wade.

"Konsep Boxpark dipusatkan pada pembangunan ritel dengan biaya rendah. Biaya ratusan juta dolar sudah bisa dihitung sementara konsumen juga ingin melibat perubahan setiap 20 tahun."

"Jadi konsep ini berangkat dari perspektif yang berbeda bahwa ritel tak perlu mengeluarkan banyak uang dengan menggunakan lahan yang tak digunakan dan dengan model sewa," tambahnya.

Boxpark di Shoreditch akan habis masa sewanya dua tahun lagi dan Wade mengatakan akan mencari tempat lain di London ataupun di luar ibukota Inggris ini.

Ramah lingkungan

"Banyak lahan yang tak dipakai atau lahan yang tak mau dijual oleh investor. Di Indonesia, jelas bisa dibangun pembangunan ritel seperti ini, tidak mahal tetapi jelas dapat dinikmati oleh usaha kecil," kata Wade lagi.

restoran
Lantai dua Boxpark terdiri dari berbagai restoran termasuk masakan Thailand dan Korea.

Pengusaha berdarah Irlandia dan Malaysia ini juga mengatakan konsep Boxpark juga ramah lingkungan.

"Konsep ini dengan menggunakan regenerasi lahan yang tak terpakai dan setelah lima tahun, tidak meninggalkan dampak apapun terhadap lahan itu. Jadi dari sisi lingkungan, tidak ada jejak karbon dan lahan akan kembali ke fungsi semula."

Belanja dan makan di mal peti kemas ini, kata Wade, merupakan pengalaman tersendiri bagi konsumen karena hampir setiap hari diselenggarakan acara, termasuk acara ngamen.

"Pengalaman yang ditawarkan bukan hanya bentuk bangunan namun juga pelanggan dapat menikmati berbagai acara."

"Saatnya sekarang kami siap untuk ekspansi karena sudah ada model yang bisa kami luncurkan. Namun untuk saat ini Boxpark di Shoreditch masih merupakan mal sementara pertama di dunia," kata Wade.

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.37  

0 komentar:

Poskan Komentar