“Banyak acara Internasional, UKM Banyuwangi untung besar - merdeka.com”

Minggu, 19 Oktober 2014

“Banyak acara Internasional, UKM Banyuwangi untung besar - merdeka.com”


Banyak acara Internasional, UKM Banyuwangi untung besar - merdeka.com

Posted: 19 Oct 2014 04:29 AM PDT

Reporter : Jatmiko Adhi Ramadhan | Minggu, 19 Oktober 2014 18:22
Berita Terkait

Merdeka.com - Perhelatan internasional, saat ini sering digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Para pengusaha kecil pun mengaku sangat tertolong dan dapat mengembangkan usaha yang telah mereka rintis dari kecil.

Seorang pengusaha sablon pakaian Diana mengatakan, sejak Pemkab Banyuwangi gencar mengembangkan sektor pariwisata dengan mengadakan acara internasional, usahanya menjadi banjir order untuk memenuhi permintaan kaos Banyuwangi.

"Sejak banyak event, kami pengusaha sablon dan baju kebanjiran order untuk membuat kaos. Kami juga jadi keteteran menerima order untuk memenuhi pesanan baik yang datang dari dinas maupun penjual-penjual di tempat pariwisata," ujar Diana saat menjajakan pakaiannya kepada para wisatawan yang datang menghadiri Tour de Banyuwangi Ijen, Minggu (19/10).

Sebelum Tour de Banyuwangi Ijen dimulai, sejak H-7, Diana yang menjalankan usaha sablon rumahan ini mengaku kebanjiran order dari para pedagang dan Pemkab Banyuwangi untuk mencetak ribuan kaos Tour de Banyuwangi.

"H-7 kami banjir order pesanan baik eceran maupun pesanan dari berbagai dinas. Karena keterbatasan tenaga, kita akhirnya tutup order sementara dan enggak bisa melayani pesanan di H-1," kata Diana..

Selain mencetak pesanan, dirinya juga menjual hasilnya sendiri di berbagai acara dengan ikut membuka stan di acara-acara yang diadakan Pemkab Banyuwangi dan menjual produknya. "Saya bawa 300 lembar sudah habis semua. Alhamdulilah laku keras semuanya," ungkapnya.

Diana menceritakan awal mula usahanya yang dimulai sejak menjadi pekerja dari produk pakaian lokal semacam Dagadu Yogyakarta. Di Banyuwangi, terdapat sebuah brand ternama bermerek Osing. "Dulu saya kerja di Osing. Itu mungkin kayak Dagadunya Jogja atau Jogernya Bali. Namun setelah lama bekerja di situ, akhirnya saya putuskan buka usaha sendiri."

Dia bercerita, sebelum Banyuwangi ramai, omzet pertama cuma Rp 500 ribu. "Kalau sekarang ya alhamdulilah, sudah bisa menutupi segala macam kebutuhan dan juga lain halnya," kisahnya.

[arr]

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.32  

0 komentar:

Poskan Komentar