“Kejamnya Ibu Tiri, Siswi Kelas III SD Dicekik dan Dipukuli - JPNN.com”

Kamis, 20 November 2014

“Kejamnya Ibu Tiri, Siswi Kelas III SD Dicekik dan Dipukuli - JPNN.com”


Kejamnya Ibu Tiri, Siswi Kelas III SD Dicekik dan Dipukuli - JPNN.com

Posted: 20 Nov 2014 09:15 AM PST

KENDARI - Dunia anak-anak yang harusnya ceria, tak begitu dinikmati Al. Bocah belia yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas III itu harus merasakan derita kekerasan akibat perilaku tanpa belas kasih ibu tirinya, El (27). 

Al ditinggal sang ayah kandung, Tri Harianto untuk bekerja membuka usaha perbengkelan di Samarinda, Kalimantan. Dia pun hidup bersama El pada sebuah mes kantor tempat ibu tirinya itu bekerja di kawasan Puuwatu.

Tak diketahui pasti alasan El melakukan tindak kekerasan pada anak yang harusnya dilindungi dan diberi kasih sayang itu. Namun, sepandai-pandai menyimpan perilakunya, derita Al pun akhirnya diketahui pihak sekolah tempat anak itu menuntut ilmu. 

Kamis (13/11) lalu, leher Al dicekik, dicubit dan bahkan terkena air panas di wajahnya. Fakta adanya tindak kekerasan yang menimpa Al kemudian diungkap Kepala SDN 9 Mandonga, Zainuddin S.Pd. saat ditemui Kendari Pos (Grup JPNN), Kamis (20/11).

"Awalnya saya menerima apel pagi saat itu. Biasanya kalau apel, murid-murid diperiksa kuku dan dibuka jilbab untuk mengecek kebersihan tubuh mereka. Ketika saya buka jilbabnya, saya langsung heran ada luka memar di leher Al, termasuk di wajahnya. Saya tanya, kenapa leher dan mukamu nak? Temannya yang jawab kalau anak itu sering dipukul ibunya di rumah," ungkap Zainuddin.

Al pun ditanya terkait nasib yang menimpanya ia pun mengakui kalau dirinya seringkali menerima kekerasan dari ibu tirinya di rumah. "Waktu Kamis lalu saya dicubit, dipukul dan dibentak. Saya tidak tahu salah saya apa. Pokoknya sejak ayah pergi di Samarinda, Bunda selalu keras dan memukul saya," ceritanya, polos.

Ia sendiri sudah mendapat "instruksi" agar tak menceritakan apapun yang dialaminya pada orang lain. Hingga kemarin, Wali Kelas Aulia bernama Hasisa mengeluh pada kepala sekolahnya terkait kondisi muridnya yang semakin memprihatinkan. Pada waktu bersamaan, Ayah Aulia pun menghubungi guru dan kepala sekolah anak sulungnya yang baru sebulan ikut belajar di lembaga pendidikan dasar tersebut. 

Saat ini, insiden yang menimpa bocah tersebut sementara dalam proses diskusi apakah akan dilaporkan ke pihak kepolisian atau berlalu begitu saja. Sebab Al pun sudah diberangkatkan sang ayah, Jumat (21/11) hari ini ke Samarinda untuk hidup bersamanya dan meninggalkan ibu tiri yang kejam itu. (kam)  

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.44  

0 komentar:

Poskan Komentar