“Menpar Arief Yahya bakal buka Banyuwangi Ethno Carnival - merdeka.com”

Jumat, 21 November 2014

“Menpar Arief Yahya bakal buka Banyuwangi Ethno Carnival - merdeka.com”


Menpar Arief Yahya bakal buka Banyuwangi Ethno Carnival - merdeka.com

Posted: 21 Nov 2014 10:17 AM PST

Reporter : Anwar Khumaini | Sabtu, 22 November 2014 01:10
Berita Terkait

Merdeka.com - Ajang wisata Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) di Banyuwangi, Sabtu (22/11), akan dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Mantan dirut Telkom itu telah mendarat di Banyuwangi dengan pesawat Garuda Indonesia, Jumat siang (21/11).

"Kehadiran Pak Arief Yahya menjadi suntikan semangat bagi warga Banyuwangi untuk terus berbenah memajukan sektor pariwisata," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (21/11).

Begitu mendarat, Arief langsung meninjau sejumlah tempat wisata di Banyuwangi. Dia juga menghadiri perayaan Thanksgiving Day bersama Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O. Blake.

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sendiri adalah event fesyen berbasis budaya lokal yang telah digelar sejak 2011. BEC tahun ini mengusung tema Tari Seblang. Tari ini merupakan tarian ritual yang paling tua di Banyuwangi dan telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Nasional oleh pemerintah pusat.

Tari ini dimaksudkan sebagai usaha memperoleh ketenteraman, keselamatan, dan kesuburan tanah agar hasil panen melimpah. Ritual ini ditarikan seorang penari dalam kondisi trance, kondisi tak sadarkan diri, sebagai penghubung warga desa dengan arwah leluhurnya.

Tari Seblang itu akan diterjemahkan dalam bentuk desain fesyen yang berkarakter oleh para desainer muda Banyuwangi. Semuanya dikerjakan anak muda Banyuwangi tanpa supervisi dari konsultan desain mana pun.

"Mulai dari penyusunan tema kami melibatkan budayawan. Teknisnya dieksekusi anak-anak muda Banyuwangi. Berbeda dengan daerah lain yang berlomba membawa tema global ke level lokal, Banyuwangi justru membawa tema lokal untuk diperkenalkan ke level global, ujar Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Yanuar Bramuda.

Akhir pekan ini, selain BEC, di Banyuwangi juga digelar ajang Festival Festival Ngopi Sepuluh Ewu dengan 10.000 cangkir. Sepuluh ewu dalam bahasa setempat berarti 10.000.

Festival minum kopi khas Using (masyarakat asli Banyuwangi) ini digelar 23 November malam hari di desa adat Kemiren yang merupakan salah satu basis masyarakat Using. Seluruh latar rumah di Desa Kemiren akan disulap menjadi ruang tamu yang menyuguhkan kopi Using dan jajanan tradisional Banyuwangi. Menariknya, warna dari ribuan cangkir yang disuguhkan adalah seragam. Cara penyajiannya juga seragam karena diyakini bisa menghasilkan rasa kopi terbaik.

"Semuanya gratis. Ini akan jadi malam yang romantis, karena di depan tiap rumah akan dipasang obor sebagai penerangan," imbuh Bramuda.

[did]

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.08  

0 komentar:

Poskan Komentar