“Suasana Taman ala Prancis di Bakerzin Cafe TP 4 - Surya”

Selasa, 04 November 2014

“Suasana Taman ala Prancis di Bakerzin Cafe TP 4 - Surya”


Suasana Taman ala Prancis di Bakerzin Cafe TP 4 - Surya

Posted: 04 Nov 2014 06:07 AM PST

SURYA Online, SURABAYA – Memanjakan pelanggan di bidang kafe atau restoran tak melulu harus mengedepankan pelayanan ramah. Pelayanan ramah sudah menjadi kewajiban. Namun, ada detail kecil yang terkadang dilewatkan pemilik kafe atau restoran, yaitu ambience (suasana).

Bakerzin Café Tunjungan Plaza (TP) 4, rupanya memerhatikan detail ambience tersebut. Karenanya, kafe yang berdiri sejak 2006 ini mengubah konsep kafe untuk semakin memanjakan para pelanggannya per-November 2014.

Konsep lama yang lebih ke family oriented agak digeser menjadi lebih dinamis. Poin utamanya ada pada perombakan total interior kafe yang digunakan untuk menghasilkan suasana taman yang nyaman.

Marketing Manager Bakerzin Surabaya, Adria Gabriella Chandra, mengatakan konsep interior yang digunakan adalah taman ala Prancis. Kursi-kursi kafe diubah menjadi kursi kayu dengan gaya abad 18 untuk menghasilkan kesan elegan.

"Konstruksi kafe kami yang awalnya bertipe island constraction (ada di tengah koridor mal) kami buat lebih open space. Selain kursi, kami buat kanopi-kanopi untuk memberikan efek suasana taman di Prancis," kata Gabriella saat acara Re-Opening Bakerzin TP 4 Surabaya, Selasa (4/11/2014).

Tak lupa, di tiang penyangga kanopi dihiasi lampu-lampu taman dari kaca berbentuk kotak. Tatanan meja di atur sedemikian rupa sehingga para pengunjung seperti menempati pinggiran batas kafe dengan koridor mal.

"Tadinya, kami tutup pinggiran batas ini dengan partisi. Sekarang kami buka semua sehingga terlihat segar dan menyenangkan kalau dilihat dari luar. Ini dimaksudkan juga untuk mengundang mata pengunjung mal agar melihat kafe kami," urainya.

Selain di bagian luar, kafe yang spesialis mengeluarkan menu-menu dessert ini juga merapikan interior di bagian dalam. Khusus bagian dalam, interior dibuat lebih cozy dengan pemilihan kursi sofa yang nyaman diduduki.

Gabriella menerangkan pemilihan sofa ini tak sembarangan. Sofa-sofa ini dipilih agar para tamu nyaman duduk berlama-lama.

"Kami memperhitungkan sofa yang enak untuk duduk dan bersandar. Pun di bagian dalam kami sediakan smoking room," urainya.

Pemasaran pun lebih menjurus ke arah sosial media (sosmed). Saat ini, Bakerzin memiliki beberapa akun sosmed yang aktif mem-posting event atau promo.

"Sosmed saat ini sudah berevolusi sebagai sarana pemasaran modern yang murah serta efektif. Sebanyak 30 persen pelanggan kami merupakan orang-orang modern yang aktif di sosmed ini," ungkapnya.

Pada re-open ini, Bakerzin mengeluarkan menu dessert baru, yaitu seri tiramissyou (tiramisu). Setidaknya ada lima jenis tiramisu yang ditawarkan dengan toping dan pilihan rasa berbeda, seperti smooth gold tiramisu, fruitage tiramisu, frasty fiesta, pure classic tiramisu, dan green tea tiramisu.

Terpisah, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO) Jatim, Steven Johnsons Tjan, menambahkan pelaku usaha kafe harus memiliki konsep jelas ketika akan membuka usaha kafe.

Konsep, lanjutnya, merupakan hal fundamental karena nantinya akan menentukan target pasar, jenis makanan, bujet, dan lainnya.

"Tanpa konsep yang jelas, usaha kafe tidak akan bertahan lama," imbuh Steven.

Perilaku pengunjung kafe, jelasnya, selain mencari makanan, juga mencari suasana. Suasana ini harus didesain sedemikian rupa agar membuat pelanggan nyaman. Dicontohkan, bahkan pengarang novel Harry Potter, JK Rowling, pun mendapatkan inspirasi cerita ketika berlama-lama duduk di sebuah kafe.

"Kualitas makanan dan pelayanan itu hal yang wajib. Tapi sisi lain yang jarang orang pikirkan adalah suasana. Ini yang harusnya digali agar usaha kafe tetap bertahan bahkan menjadi ikonik," pungkasnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.18  

0 komentar:

Poskan Komentar