“Pemko Banda Aceh segel News Cafe - WawasanDigital (Blog)”

Senin, 15 Desember 2014

“Pemko Banda Aceh segel News Cafe - WawasanDigital (Blog)”


Pemko Banda Aceh segel News Cafe - WawasanDigital (Blog)

Posted: 15 Dec 2014 07:47 AM PST

HENDRO KOTO
WASPADA ONLINE

BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah, melakukan penyegelan terhadap News Cafee, yang berlokasi di Batoh, Kecamatan Lueng Bata.

News Cafee ini disegel sebab telah beberapa kali pihak Pemko Banda Aceh menggrebek lokasi tersebut, dan terakhir saat di grebek penegak hukum syariat pada 27 November 2014 yang lalu, ditemui tempat tersebut sering dijadikan lokasi maksiat.

Proses penyegelan yang mendapatkan perharian warga tersebut, membuat jalan sekitar lokasi tempat News Cafee macet, akibatnya banyaknya para pengemudi yang ingin melihat proses penutupan tempat tersebut.

Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Rita Pujiastuti yang memimpin proses penyegelan, meminta kepada pemilik untuk mengurus perizinan usaha, dan menandatangani surat perjanjian lainnya.

Kepala Polisi Syariat Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti mengatakan, penyegelan ini berawal dari patroli rutin yang digelar polisi Syariat Islam Banda Aceh sejak tanggal 27 November 2014. Dari patroli tersebut didapat pelanggaran syariat Islam.

"Pernah kedapatan cafe ini melakukan pelanggaran syariat Islam, yaitu live music dan karaoke sampai tengah malam dan bercampur baur antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim," kata Ritasari Pujiastuti, usai penyegelan, hari ini.

Menurut Ritasari, pemilik cafe ini diminta untuk datang ke kantor untuk membuat surat perjanjian tidak lagi membuat pelanggaran syariat Islam. Selain itu juga meminta mereka untuk mengurus perizinan untuk membuka usaha. "Setelah kita bina dan kita minta dibuat surat perjanjian, nantinya kita berikan buka kembali hanya untuk warung kopi, tidak boleh melanggar syariat Islam," ujarnya.

Terkait ada keluhan dari pemilik warung tidak pilih kasih, Ritasari mengatakan dirinya memandang semua sama. Siapapun yang melanggar aturan akan ditindak. "Semua kita tindak, bagi saya tidak ada pilih kasih, yang bersalah saya akan tindak," tukasnya.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat03/wol)


Warta Terkait:


This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
Want something else to read? How about 'Grievous Censorship' By The Guardian: Israel, Gaza And The Termination Of Nafeez Ahmed's Blog

Diposkan oleh iwan di 13.06  

0 komentar:

Poskan Komentar