“Saling Buka Rahasia Perusahaan - Tribun Jabar”

Minggu, 04 Januari 2015

“Saling Buka Rahasia Perusahaan - Tribun Jabar”


Saling Buka Rahasia Perusahaan - Tribun Jabar

Posted: 03 Jan 2015 03:43 PM PST

KOMUNITAS yang satu ini bisa dibilang seperti bukan komunitas pada umumnya yang ada selama ini. Pasalnya, para anggotanya merupakan orang-orang yang memiliki bisnis serupa yang notabene sekilas seperti saling memberikan "rahasia perusahaan" sendiri kepada sesama anggota setiap mereka berkumpul. Bahkan tidak jarang saat mereka bertemu, mereka saling memberikan rahasia menu racikan sendiri kepada anggota lain yang juga sama-sama memiliki menu rahasia masing-masing.

Hmmm, kita mungkin menjadi penasaran juga dengan komunitas yang satu ini. Seperti apa komunitas ini  dan mengapa mereka saling memberikan penemuan resep dan menu terbaru kepada anggota lainnya.

Nama komunitas ini sebenarnya diambil dari tempat mereka berkumpul dengan latar belakang bisnis yang sama yaitu kuliner atau makanan yaitu RPTT (Rapatata) Kafe. Karena itulah komunitas ini disebut komunitas kuliner Rapatata. Salah satu kegiatan yang rutin digelar komunitas Rapatata adalah Rapangopdar.

Adalah seorang pengusaha kuliner yang kini menjabat sebagai koordinator Rapatata, Medison Agustisun Simbolon, yang semula memiliki ide untuk membuat komunitas khusus pebisnis bidang makanan ini.

Menurut Medison, komunitas ini dibentuk sebagai bagian dari usaha untuk mengangkat atau mengatrol pengusaha kuliner lainnya yang masuk sebagai anggota yang ingin bisnisnya semakin dikenal oleh orang lain.

"Bahkan yang memiliki modal pas-pasan bisa bergabung di sini untuk kami ikut promosikan atau berpromosi di sini," tutur Medison kepada Tribun belum lama ini.

Medison mengatakan Rapatata resmi diluncurkan ke publik tanggal 20 Agustus 2012. Konsep yang diusung pada saat itu adalah website review kuliner rapatata.com. Lewat website tersebut, diharapkan setiap orang dapat mengunggah review kulinernya kapan saja dan di mana saja.

Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata konsep tersebut kurang mendapat respon yang positif di publik. Rapatata-pun kemudian berganti konsep menjadi penyedia voucher diskon untuk merchant-merchant kuliner di Bandung. Setelah mencoba beberapa bulan, ternyata konsep inipun kurang berhasil dijalankan.

"Setelah mencari masukan dari teman-teman pengusaha kuliner, akhirnya Rapatata memutuskan untuk mengganti konsep lagi. Kali ini, konsepnya adalah komunitas. Hal ini didasari oleh permintaan teman-teman pengusaha kuliner yang membutuhkan wadah yang dapat memfasilitasi mereka untuk membuka relasi yang lebih luas. Ketika konsep ini dicoba dengan mengadakan Rapangopdar (Rapatata Ngopi Darat) yang pertama, ternyata antusiasmenya cukup baik, walau yang hadir hanya enam orang," kata Medison.

Rapatata memiliki visi awal untuk saling mempromosikan usaha milik pebisnis kuliner satu dengan yang lainnya, maka saat ini sudah semakin banyak anggota yang sudah turut bergabung.

"Puluhan pengusaha kuliner sudah bergabung dengan kami, baik dari Kota Bandung maupun dari luar kota," ujarnya.

Medison mengungkapkan sisi baiknya dari anggota yang bergabung di komunitas ini. Diantaranya adalah satu anggota bisa membangun relasi dengan anggota lain untuk kemudian bisa saling memberikan informasi kepada konsumen jika konsumen mencari produk makanan tertentu.

"Satu anggota bisa mempromosikan anggota lain kalau memang ada konsumen yang mencari makanan yang dicarinya, dari situlah satu pengusaha kuliner bisa memiliki relasi baru. Bisa dari konsumen yang direkomendasikan anggota lain, bisa dari konsumen yang datang sendiri ke tempat usahanya," kata Simbolon.

Rapatata merupakan komunitas yang terdiri dari tiga elemen: pengusaha, media dan pecinta kuliner. Pengurusnya sendiri terdiri dari dua orang, yaitu Medison Simbolon dan Lisa Ponica. Komunitas ini dibentuk untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha kuliner baru. Hal ini dapat dilihat dari program-program Rapatata yang mengedepankan silaturahmi dan saling mendukung antar sesama teman-teman di dalam komunitas. Dengan adanya Rapatata, diharapkan agar pengusaha-pengusaha kuliner baru dapat memiliki wadah untuk silaturahmi dan saling berbagi.

"Visi kami yaitu menjadi solusi untuk pengusaha-pengusaha kuliner baru. Sementara untuk misi, kami menyediakan program-program yang dapat menjawab kendala-kendala yang dihadapi oleh pengusaha kuliner baru," ujar Medison. (set)

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.12  

0 komentar:

Poskan Komentar