“Miliarder Ini Peringatkan Anak Muda yang Ingin Buka Usaha”

Rabu, 04 Februari 2015

“Miliarder Ini Peringatkan Anak Muda yang Ingin Buka Usaha”


Miliarder Ini Peringatkan Anak Muda yang Ingin Buka Usaha

Posted: 04 Feb 2015 09:03 AM PST

Liputan6.com, New York - Miliarder Stephen A. Schwarzman memberi peringatan serius untuk setiap ahli keuangan junior dan anak muda yang berharap dapat mengikuti kesuksesan bisnisnya. Peringatan Pendiri Blackstone Group, sebuah perusahaan ekuitas swasta itu adalah: pikirkan dua kali.

Peringatan tersebut diucapkannya di sela-sela acara bersama mahasiswa Harvard Business School. Menurut Schwarzman sebagaimana yang dikutip dari The New York Times pada Selasa (3/2/2015), godaan untuk memulai sebuah perusahaan keuangan bisa berisiko kegagalan yang besar.

Peringatan ini diucapkannya karena Schwarzman banyak dilihat oleh anak muda sebagai teladan di bidang keuangan dan bisnis. Apalagi saat ini, Blackstone yang didirikannya telah memiliki aset sebesar US$ 290,4 miliar atau sekitar Rp 3.600 triliun (Kurs: Rp 12.602/US$).

"Kesalahan terbesar dalam karir yang pernah kulihat adalah mereka keluar dari pekerjaan dan memulai perusahaan sendiri, setelah 2 atau 3 tahun bekerja pada orang lain," kata Schwarzman. Menurutnya, cara tersebut justru dapat menghancurkan karir seseorang. "Mereka belum memiliki kredibilitas yang cukup."

Menurut Schwarzman, ada saat yang tepat untuk memutuskan untuk keluar dari sebuah perusahaan dan membuat usaha sendiri. Tetapi, hanya bekerja 2 sampai 3 tahun saja tidak akan mencukupi baik dalam hal pengalaman ataupun modal. 

Menjadi seorang yang sukses, menurut Schwarzman, adalah kombinasi antara kematangan, waktu yang tepat dan peluang pasar yang besar. Tanpa itu, seseorang akan gagal dan perlu waktu panjang untuk kembali kepada jalur karir yang tepat.

Memang, perjalanan karir Schwarzman dapat dikatakan cukup unik. Saat muda, dirinya memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya, membangun bisnis sendiri dan akhirnya menjadi miliarder. Tetapi menurut Schwarzman, kemajuan karirnya itu lebih karena kesempatan dan keberuntungan sehingga tidak semua orang dapat mengalaminya. (Rio/Ndw)

Recommended article: Chomsky: We Are All – Fill in the Blank.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.43  

0 komentar:

Poskan Komentar