“Fransisca Tjong Membuka Usaha Kuliner Pancious karena Hobi ... - Tabloidbintang.com”

Minggu, 15 Maret 2015

“Fransisca Tjong Membuka Usaha Kuliner Pancious karena Hobi ... - Tabloidbintang.com”


Fransisca Tjong Membuka Usaha Kuliner Pancious karena Hobi ... - Tabloidbintang.com

Posted: 13 Mar 2015 06:27 PM PDT

Sebuah pertanyaan kami ajukan kepada Anda yang mengaku pencinta kuliner. Apakah selama ini hanya makan sekadar makan atau juga memperhatikan aspek-aspek lainnya? 

Nah, apa yang diuraikan Fransisca Tjong, pemilik grup Pancious bersama saudara kembarnya, Veronica; adik laki-laki, Fredy; dan seorang sepupu bernama Siska, membuat kami tersadar, kegemaran makan kami selama ini hanya "buang-buang waktu". 

Jika mau membuka mata lebih lebar, ada sebuah peluang bisnis di dalamnya, lo. Saat Fransisca dan ketiga saudaranya masih sama-sama mengenyam pendidikan di Australia, mereka sangat sering berwisata kuliner. Namun, tidak hanya makanan yang menjadi fokus perhatian, melainkan juga tempatnya, pelayanannya, dan lain-lain. 

"Dari situ kami mendapat banyak ilmu, inspirasi, untuk membuka usaha kuliner. Kebetulan kami sama-sama hobi makan dan memasak," buka Fransisca yang kami temui di Roba Yakitori, gerai makanan terbaru dari grup Pancious yang bercita rasa Jepang.  
    
Kembali ke Indonesia pada 2006, ide membuka usaha kuliner langsung dibicarakan serius. Fransisca dan ketiga saudaranya sepakat memanfaatkan modal yang ada. Tidak muluk-muluk membuka di mal, keempatnya cukup memanfaatkan tempat milik pribadi (milik Siska) di bilangan Permata Hijau, Jakarta Selatan. 

"Kami buat konsep, yang dijual pancake. Mulai 2007 buka, ternyata booming," kenang Fransisca. "Dengan tambahan modal dari orang tua, kami membuka cabang kedua di Pacific Place," lanjutnya.
    
Walau mendapati kesuksesan, jalan yang ditempuh tidak serta-merta mudah. Fransisca menyebut masa-masa di Permata Hijau sebagai fase belajar, trial and error. Sudah mengumpulkan ilmu dan hitung-hitungan pun, wanita berkulit putih percaya, selalu ada faktor X yang ikut menentukan. Hanya setelah dijalani rumus X ini bisa ditemukan. 

Semula Pancious mengadopsi gaya rumah makan luar yang kerap menggunakan sedikit karyawan. Ternyata tidak berlaku sama di sini. "Kami sampai ikut turun tangan langsung. Hari ini cuci piring, besok jadi kasir. Sekitar empat bulan kami kejar-kejaran seperti itu," Fransisca menuturkan. 
    
Namun, karena usaha kuliner dibangun berlandaskan hobi, semua dijalani dengan enjoy. Melihat pengalaman grup Pancious setelah berjalan 8 tahun dan dengan 10 gerai yang tersebar di berbagai lokasi, Fransisca pun kini bisa berbagi cerita, modal bukanlah yang utama dalam memulai usaha apa pun. 

"Paling penting adalah kita harus tahu mau apa dan bakat di mana. Matangkan semuanya hingga sedetail mungkin. Modal, sih masih bisa diusahakan lewat rekanan, pinjaman bank, dan lainnya. Tapi, punya uang sebanyak apa pun, akan percuma kalau tidak tahu mau apa," urai Fransisca. 

(wida/adm)

Tulis Komentar

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.


This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.23  

0 komentar:

Poskan Komentar