“Pertamina Siap Buka Identitas Agen Penimbun Elpiji - Tempo.co”

Minggu, 01 Maret 2015

“Pertamina Siap Buka Identitas Agen Penimbun Elpiji - Tempo.co”


Pertamina Siap Buka Identitas Agen Penimbun Elpiji - Tempo.co

Posted: 01 Mar 2015 12:49 PM PST

Pertamina Siap Buka Identitas Agen Penimbun Elpiji

Pekerja menata tabung gas 3kg yang baru datang di agen gas kawasan Mampang, Jakarta, 15 Januari 2015. Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang menuturkan 20 persen pengguna elpiji 12 kg beralih ke tabung gas melon karena harga yang cukup jauh menjadi penyebabnya. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO , Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan siap membuka pelaku penimbunan elpiji 3 kilogram yang menyebabkan kelangkaan di beberapa wilayah belakangan ini. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang mengatakan Pertamina akan mengikuti arahan pemerintah jika memang diminta untuk membuka data tersebut.

"Kalau disuruh buka ya nanti dibuka, tidak ada masalah kok," kata Bambang kepada Tempo, Minggu, 1 Maret 2015. Kamis lalu, Pertamina mengklaim telah mengevaluasi sejumlah agen dan pangkalan yang menyalurkan elpiji 3 kilogram. Hasilnya, tim Pertamina menemukan 10 agen nakal yang menyebabkan kelangkaan.

Pangkalan gas nakal ini berada di Bogor sebanyak 6 pangkalan serta di Depok dan Jakarta ada 4 pangkalan. Bambang menyatakan 10 agen nakal itu telah diberi sanksi berupa pemutusan hubungan usaha. Pertamina juga melayangkan surat peringatan kepada enam agen karena jumlah penyalurannya hanya sedikit.

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil meminta Pertamina mengevaluasi penyaluran elpiji bersubsidi 3 kilogram. Sofyan menilai selama ini kontrol penyaluran elpiji oleh Pertamina masih lemah. "Pertamina harus umumkan identitas mereka supaya kapok," kata Sofyan. Salah satu opsi yang bisa dilakukan Pertamina adalah dengan mencoret mereka sebagai penyalur resmi elpiji bersubsidi.

Untuk mengawasi harga, pemerintah akan memanfaatkan jaringan yang dimiliki Pertamina. Namun Sofyan tidak merinci tambahan pasokan yang akan disalurkan. Pasokan tersebut akan diberikan di daerah yang mengalami kelangkaan cukup parah. "Di lokasi yang mengalami kenaikan harga berlebihan, di situ pasokannya akan ditambah."

AYU PRIMA SANDI

Berita Terkait

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.32  

0 komentar:

Poskan Komentar