“Mau Buka Usaha Laundry Rumahan, Baca ini Dulu”

Jumat, 01 Mei 2015

“Mau Buka Usaha Laundry Rumahan, Baca ini Dulu”


Mau Buka Usaha Laundry Rumahan, Baca ini Dulu

Posted: 25 Apr 2015 04:14 AM PDT

1383336861392061163

Ilustrasi / http://lavanderianovo.es/

"Ayo ning buka Usaha Laundry" ajak kakak saya. Sewaktu kami baru pindah kesini

" Nggak mau Mas, nggak sepadan dengan kerjanya"

( Padahal sebenanrnya saya sudah survey duluan )

Saya bilang usaha Laundry itu capek, bener bener mengandalkan tenaga fisik yang kuat, Nggak mungkin dikerjakan sendiri harus ada karyawan yang bantu bantu. Sedikitnya satu orang.

Dari menyortir pakaian, mencuci, menjemur, dan yang paling capek adalah setrika pakaian. Belum lagi kalau ada pelayanan antar - ambil. Wah wah kalau lagi banyak banget, kaki sepertinya sudah mau putus saja.Pegel banget!

Saya sering lembur sampai dini hari buat nyuci.meskipun saya punya dua karyawan saat itu. Nggak mungkin juga saya memperkerjakan mereka selama 24 jam. Karena ngejar supaya cucian bisa kering dan sudah bisa di setrika besok paginya supaya bisa langsung diantarkan ke pelanggan.

Usaha Laundry saya pernah geluti sekitar 2 tahun. Dan incomenya? lumayan apabila target dapat terpenuhi :)

Kemaren saya mendapat flyer lagi " di buka Laundry baru blabla sekilo Rp.2000 harga promosi,

( Lagi ngetrend sepertinya Laundry di perumahan kami, di setiap gang sepertinya ada. Jujur mulanya saya kaget dengan harga 2000 - 3000 perkilo gram, apa mereka tidak merugi? Dan ini sudah pernah saya pertanyakan pada seorang teman)

Dan jawabannya membuat saya terkejut

" harga disini sudah segitu, jadi kita ngikutin aja"

Iseng saya kalkulasi, dengan target pendapatan 1.500.000 / bulan ( masih baru buka)berarti mereka harus mendapatkan cucian sedikitnya 17 kg perharinya.

( maaf ini hitungan kasar ala saya)

Dan pengeluarannya :

Listrik = Rp. 200.000/ bulan

Karyawan 1 orang= Rp.500.000

bisa lebih jika ada antar jemput harus ada 2 karyawan. Kecuali jika anda atau suami bisa handle dan bantu kekosongan apabila karyawan libur.

Bonus karyawan : harus dipikirkan berapa persen, itung itung bagi rezeki. Jika gaji layak karyawan akan betah. Kita juga yang enak nggak bongkar pasang karyawan.

Detergent / pemutih /pelembut/parfum= Rp.200.000

( pake merk D*ia) kalaulebih murah bisa buat detergent sendiri jika mau berspekulasi masalah kebersihannya. Tapi yang ini saya tidak recommend karena, dijamin pelanggan banyak yang ngacir.

Plastik, nota, pulpen,isi stapler = Rp.50.000

Biaya transport = Rp150.000 (antar jemput cucian ) istilah lain jemput bola.

Makan = harus di pikirkan juga apakah mereka bawa makanan sendiri atau kita sediain.

Jadi tinggal berapa? Nggak begitu banyak kan?

Disini, bukan saya mau mematahkan usaha Laundry rumahan hanya saja, sebaiknya dipikirkan secara matang siapa targetnya, kemudian banyaknya saingan di sekitar yang akhirnya akan terjadi perang harga. Kita nggak mau kan usaha kita mandeg di tengah jalan akibat minimnya revenue.

Jika seandainya saja kita tetep ngotot mau buka Usaha Laundry ada beberapa hal yang sebaiknya kita lakukan antara lain supaya kita tetap eksis:

  1. Menentukan target, apakah mahasiswa/sekolah perawat/rumahtangga. Kalau ada villa atau hotel kecil bisa juga.
  2. Mencari tahu dulu kelemahan dan kelebihan saingan kita. Sebelum kita buka laundry kita harus nyobain mencuci di tempat mereka ( sebaiknya pakaian berwarna putih,  yang terkena noda atau pakaian yang mudah luntur ). Dari sini kita bisa belajar,a pakah pakaian tersebut masih berwarna putih, bukan putih kusam atau malah kelunturan.
  3. Mencari tahu harga saingan sebagai patokan harga.
  4. Mau pake chemical apa / apakah dari pemasok chemical laundry yang sudah punya nama seperti muryat*ch atau pake detergen yang biasa dipake dirumahtangga.
  5. Membuat layanan antar - jemput dan one day service ( pagi datang sore jadi) Jadi nggak harus nunggu 3 hari baru di antar, atau special order lainnya. Untuk menarik pelanggan.
  6. Ngasih bonus. Misal Laundry 10 kali dapet gratis nyuci 1 kali.
  7. Mengkombinasikan bisnis laundry dengan bisnis lain misalnya jualan aksesoris, jilbab, baju, atau pembayaran online.
  8. Yang paling penting kerja bersungguh-sungguh, dan selebihnya serahkan pada Tuhan.

Hmmm apa lagi ya, sepertinya itu dulu.

Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.37  

0 komentar:

Poskan Komentar