“Minimarket di Bandarlampung Bisa Buka 24 Jam - BeritaSatu”

Jumat, 15 Mei 2015

“Minimarket di Bandarlampung Bisa Buka 24 Jam - BeritaSatu”


Minimarket di Bandarlampung Bisa Buka 24 Jam - BeritaSatu

Posted: 15 May 2015 11:10 AM PDT

Bandarlampung - Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengatakan bahwa "minimarket" atau toko swalayan yang berada di pinggir jalan utama kota bisa buka 24 jam untuk melayani konsumen di daerah itu.

"Minimarket bisa buka 24 jam, tapi hanya untuk yang berada di jalan utama atau tengah kota, tapi tidak untuk yang ada di perkampungan atau pinggiran kota," kata Herman HN, di Bandarlampung, Jumat (15/5).

Ia mengatakan bahwa untuk yang ada di tengah perkampungan atau tidak berada di jalan utama, dilarang untuk buka selama 24 jam. Sebab dampaknya bisa mematikan usaha kecil menengah seperti warung kecil.

Menurut dia, cukup warung warga yang buka hingga 24 jam, sehingga usahanya tidak mati. Bila perlu pukul 22.00 WIB sudah harus tutup, dan warung warga tetap bisa buka.

"Jangan sampai 'minimarket' yang ada menutup usaha masyarakat yang telah dirintis sejak lama," tukasnya.

Ia menuturkan, usaha toko swalayan memang tengah berkembang pesat di Kota Bandarlampung tahun ini saja sudah hampir mencapai angka 200, dan bisa bertambah.

"Siapa pun bisa berinvestasi di Bandarlampung, izinnya juga dipermudah," ucapnya.

Namun demikian , ia meminta untuk tidak membuka usaha seperti itu di wilayah perkampungan yang berdampak akan mematikan perekonomian warga sekitar. Apa lagi, warga hanya mengandalkan penghasilan dari berwarung.

Sementara itu, sejumlah pemilik warung menginginkan agar toko swalayan berada dekat dengan perumahan warga karena dapat mematikan usaha mereka.

"'Minimarket' harus jauh dari rumah warga karena akan mematikan pemilik warung kecil," ujar Sarifah (42) warga Kecamatan Kedamaian.

Dia mengatakan, di wilayahnya terdapat lima toko swalayan, yakni dua besar dan tiga yang kecil, jika salah satu buka hingga 24 jam jelas akan mematikan usaha warga. Sejauh ini, dampaknya cukup terasa mengalami penurunan omzet hingga 40 persen.

/FER

Antara

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.27  

0 komentar:

Poskan Komentar