“Pendekar Tutup Paksa Rumah Makan yang Buka Siang Hari - Pikiran Rakyat”

Rabu, 24 Juni 2015

“Pendekar Tutup Paksa Rumah Makan yang Buka Siang Hari - Pikiran Rakyat”


Pendekar Tutup Paksa Rumah Makan yang Buka Siang Hari - Pikiran Rakyat

Posted: 24 Jun 2015 12:55 AM PDT

SUKABUMI, (PRLM).- Sebuah rumah makan di Jalan Sudirman, di Kota Sukabumi, Rabu (24/6/2015) berhasil ditutup paksa puluhan pendekar, ulama dan santri dari sejumlah pesantren di Kota Sukabumi. Saat blusukan para pendekar didampingi unsur personel Kepolisian Resort (Polres) Sukabumi Kota, Komando Distrik Militer 0607 Kota Sukabumi, satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP dan Ormas Islam.

Aksi blusukan tidak hanya berhasil memergoki sejumlah warga yang tengah nyemen (makan) saat siang hari bolong. Tapi berhasil memperingati salah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tengah melakukan aksi serupa.

Kendati tidak diberikan sanksi, tapi PNS yang kedapatan tengah makan siang hanya diberikan peringatan agar tidak mengulangi perbuatan. "Dari hasil Patroli Simpatik yang kami lakukan hari ini, masih ada beberapa tempat makan yang membuka usahanya saat siang hari. Di Pasar Pelita kita memergoki seorang oknum PNS laki-laki kedapatan sedang makan," kata Ketua V MUI Kota Sukabumi, Fajar Laksana, Selasa (23/6/2015).

Para ulama yang ikut mendampingi Patroli Simpatik Ramadhan sangat menyayangkan ulah yang dilakukan salah seorang oknum PNS itu. PNS bekerja di salah satu dinas terkait lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dinilai tidak memberikan contoh kepada masyarakat. Padahal Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz telah mengeluarkan imbauan agar warga untuk menghormati kesucian bulan suci Ramadan.

"Kalau masalah sanksi, kita sebetulnya hanya bersifat memberikan peringatan dan nasihat. Nanti yang berkompeten memberikan sanksi adalah Satpol PP karena ada aturan dari pemerintah. Bentuk sanksinya bisa pencabutan izin usaha, dan bagi masyarakat diberikan nasihat," katanya.

Dari hasil pantauan "PR" Online, tim gabungan Patroli Simpatik tidak hanya menyusuri ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, RE Martadinata, Jalan Suryakancana, Jalan Selabintana, Jalan Bhayangkara, Jalan Sudirman, dan Jalan Ahmad Yani. Tapi blusukan yang berakhir lagi di Masjid Agung sempat melakukan penyisiran di beberapa ruas dan gang yang kerap dipergunakan warga untuk berjualan nasi dan lauk pauknya.

"Tidak benar kami melakukan penggerebakan atau menjebak orang yang tidak puasa atau tempat makan yang buka usaha di siang bolong. Tapi langkah yang dilakukan kami merupakan gerakan moral agar kesucian bulan Ramadan tetap terjaga," katanya.

Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Sukabumi Kota, Edi Priyono mengaku mendukung kegiatan Patroli Simpatik. Pihak kepolisian hanya mem-back up, kendari sehari sebelumnya Mapolres Sukabumi Kota melakukan kegiatan serupa.

Kegiatan Patroli Simpatik tersebut, kata Edi Priyono dilaksanakan setiap hari dengan melibatkan berbagai elemen. Termasuk juga pengawasan ke setiap tempat hiburan malam (THM). "Kegiatan malam pun kami lakukan pengawasan secara ketat. Tempat hiburan harus tutup saat umat muslim tengah menjalankan shalat Tarawih dan ibadah lainnya," katanya. (Ahmad Rayadie/A-147)***

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.23  

0 komentar:

Poskan Komentar