“Hindari 7 Hal Ini Jika Anda Buka Usaha Toko Kelontong”

Senin, 31 Agustus 2015

“Hindari 7 Hal Ini Jika Anda Buka Usaha Toko Kelontong”


Hindari 7 Hal Ini Jika Anda Buka Usaha Toko Kelontong

Posted: 31 Aug 2015 12:45 AM PDT

By on May 17, 2013

buka-usaha

Sekarang kita bicara "bisnis sejuta umat" ya… Soalnya akhir-akhir ini majalah pengusaha dan "saudara-saudaranya" banyak yang kurang mengekpos usaha ini. Padahal Anda tahu sendiri kalau usaha ini salah satu usaha yang banyak ditekuni orang.

So, nggak ada salahnya kalau kali ini saya bahas tema tentang buka usaha toko kelontong. Setuju? Mantab… langsung ke TKP!

Jika Anda, saudara Anda atau tetangga Anda buka usaha kelontong, tujuan utamanya pasti gimana caranya mendatangkan sebanyak mungkin pembeli untuk datang dan membeli barang dagangan Anda. Namun kenyataannya, untuk mendatangkan banyak orang tidaklah semudah membalikkan badan.

Penyebabnya bervariasi. Ada yang bilang harga lah, kelengkapan lah hingga persaingan yang terlalu padat. Krouded banget pokoknya… Sebenarnya, kunci bagi Anda ketika Anda hendak buka usaha toko kelontong terbilang sederhana.

Apa itu? Abaikan pesaing Anda dan fokuslah pada konsumen Anda! Terlalu sering memikirkan pesaing hanya akan membuang waktu Anda sekaligus membuat Anda kena penyakit stroke dan hipertensi dadakan. Hanya itu? Ya! Selesai dong pembahasannya? Belum lah… 

Saya akan rincikan penjelasan apa itu "mengabaikan pesaing dan fokus kepada konsumen" lebih detail. Di sini Anda akan tahu apa saja "dosa (baca kesalahan) sejuta umat" yang paling sering dilakukan jika seseorang buka usaha kelontong. Ada 7 macam. Jika Anda mampu menghindari ketujuh-tujuhnya, Anda akan mempunyai positioning usaha yang kuat.

  1. Jangan coba-coba terlalu sering mengintip pesaing Anda.
    Penyakit yang sangat buruk pada para pedagang adalah terlalu sering mencari tahu segala hal tentang pesaingnya. Sebaiknya Anda hindari ini! Biarkan pesaing Anda "bereksplorasi" dengan cara berdagangnya. Jangan cari tahu siapa saja pelanggannya serta bagaimana perilaku berdagangnya. Apalagi sampai mencari tahu detail kekurangan pesaing Anda. Sampai-sampai jam berapa pesaing Anda ke WC pun Anda tahu. Kalau sampai ada yang tahu ulah Anda ini, haduh…. memalukan.
  2. Berbuat curang baik sengaja atau tidak sengaja.
    Kadang Anda tidak bermaksud berbuat curang. Tapi tanpa sengaja Anda menimbang secara kurang tepat, salah hitung atau malah kurang memberi kembalian. Meskipun hal ini Anda lakukan tanpa kesengajaan sekalipun, konsumen Anda bisa jadi menilai Anda sengaja melakukannya. Jadi hindari hal ini sebelum konsumen Anda menilai Anda pedagang yang curang!
  3. Berjualan dengan jutek.
    Kalau saya beli di sebuah warung yang penjualnya jutek serta malas mengucapkan terimakasih, bisa Anda pastikan besoknya saya akan beli ke warung lain. Semua konsumen punya ego untuk Anda layani dengan ramah. Konsumen akan lari pada pesaing Anda jika Anda jutek. Kemudian kalau ada pelanggan warung lain yang datang belanja ke tempat Anda, pantang sekali Anda bilang "Tumben mbak belanja disini…". Mereka akan sakit hati mendengarnya. Tunjukkan bahwa toko kelontong Anda adalah toko yang nyaman untuk berbelanja.
  4. Menjual barang kadaluarsa.
    Kelemahan utama dari buka usaha kelontong adalah Anda harus menjual barang-barang dagangan yang memiliki masa kadaluarsa. Yang namanya buka usaha toko kelontong sudah pasti Anda harus menjual jajanan, mie atau apapun yang berbau makanan dan bahan makanan. Jadi pastikan semua dagangan Anda tidak lewat masa kadaluarsa. Anda juga harus hati-hati dengan telur. Produk ini cepat busuk dan termasuk dagangan yang paling banyak dicari.
  5. Waktu buka tidak jelas.
    Ini penyakit yang paling sering menghinggapi kebanyakan orang yang buka usaha toko kelontong. Penyakit yang mirip Anda jumpai di usaha toko komputer. Tentukan jadwal buka toko yang jelas dan rutin tiap harinya. Jangan berubah jadwal. Jika memang Anda terpaksa menutup toko, buat pengumuman di depan toko dengan jelas, kapan Anda akan membuka toko Anda lagi. Hal ini harus Anda lakukan agar konsumen Anda bisa balik lagi pada saat Anda kembali membuka toko.
  6. Menjual dagangan yang riskan.
    Ketika Anda buka usaha kelontong, hindari menjual barang dagangan yang justru akan menyerang Anda nantinya. Misalnya Anda buka usaha kelontong di perumahan. Hindari menjual jajanan yang berbahaya, karena biasanya kesadaran kesehatan mereka cukup tinggi. Salah-salah Anda justru akan disalahkan kalau anak-anak mereka terserang batuk.
  7. Keasyikan ngobrol sama konsumen.
    Gara-gara Anda asyik ngobrol dan bergosip ria dengan salah satu konsumen, konsumen Anda yang lain harus menunggu lebih lama. Lebih buruk lagi, konsumen Anda yang menunggu tadi Anda cuekin. Ini benar-benar kesalahan fatal! Jadi usahakan Anda melayani dengan cepat, sesuai antrian dan jangan ada konsumen yang Anda cuekin.

Saya rasa cukup sudah sharing saya tentang 7 hal yang harus Anda hindari ketika buka usaha kelontong. Saya mau tambah jadi 18 hal tapi takutnya kebanyakan. Pas kebetulan bubur ayam favorit saya lewat depan rumah. Saatnya berhenti menulis sekaligus berhenti diet, ha..ha..ha.. Semoga bermanfaat…

(sumber gambar : atjehlink.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 13.37  

0 komentar:

Poskan Komentar